Narasita.com- Pasangkayu, — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui pendampingan usaha berkelanjutan.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Palu, Sulawesi Tengah, melalui perjuangan Ibu Alia, seorang penyandang disabilitas netra yang berhasil mengubah sampah plastik menjadi sumber penghasilan.

Sejak menjadi nasabah pertama PNM Mekaar di Palu pada 2017, Alia menekuni berbagai jenis usaha untuk menopang kehidupan keluarganya. Kini, ia fokus mengelola sampah plastik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar, kemudian diolah menjadi produk kerajinan dan barang rumah tangga.

“Bagi saya, usaha ini bukan sekadar mencari penghasilan, tapi juga menjaga lingkungan dari sampah plastik yang sulit terurai,” ujar Alia.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari PNM yang melihat kisah Alia sebagai bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Melalui model usaha berbasis ekonomi sirkular, Alia mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, sekaligus menginspirasi masyarakat sekitar.

Pemimpin Cabang PNM Palu, M. Akbar Rifani, menegaskan dukungan perusahaan terhadap perjuangan para nasabah.

“PNM tidak hanya hadir memberikan modal, tetapi juga mendampingi agar nasabah tetap berdaya di tengah keterbatasan. Kisah Ibu Alia mengajarkan kita bahwa setiap orang punya potensi untuk berkontribusi, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga lingkungan. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya,” kata Akbar.

PNM berharap hadirnya program pembiayaan dan pendampingan dapat mendorong lebih banyak perempuan prasejahtera mengembangkan usaha berkelanjutan.

Melalui #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, perusahaan optimistis bahwa ekonomi sirkular bisa menjadi jalan keluar dari keterbatasan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. (Rlis)