Narasita.com- Palu, – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk mendorong para dosen lebih rutin menulis karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan kualitas akademik dan produktivitas publikasi ilmiah.

“Yang paling penting hari ini adalah bapak dan ibu dosen harus bisa menulis di jurnal,” kata Kepala Subdirektorat Ketenagaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Aziz Hakim, saat menghadiri kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan UIN Datokarama, di Palu, Selasa (23/9/2025).

Aziz menegaskan, publikasi ilmiah menjadi salah satu syarat penting dalam kenaikan jabatan fungsional dosen. Karena itu, dosen didorong tidak hanya rutin menulis, tetapi juga menjaga kualitas karya ilmiah yang dipublikasikan.

Ia memaparkan, secara nasional terdapat 49.464 dosen di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Dari jumlah itu, 1.378 berstatus guru besar, 4.253 lektor kepala, 17.975 lektor, 12.654 asisten ahli, dan 13.204 belum memiliki jabatan fungsional.

“Untuk bisa naik jenjang, mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, sampai guru besar, publikasi ilmiah di jurnal adalah syarat mutlak. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, dosen harus menulis,” ujar Aziz.

Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman Thahir, menyatakan pihaknya terus mendorong dosen agar lebih produktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah.

“Kami sadar bahwa publikasi di jurnal ilmiah adalah salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja dosen dan akreditasi perguruan tinggi,” ucap Lukman.

Data kepegawaian UIN Datokarama mencatat jumlah dosen saat ini mencapai 254 orang. Dari jumlah tersebut, 20 berstatus calon asisten ahli, 42 asisten ahli, 119 lektor, 64 lektor kepala, dan 9 guru besar.

“Dengan dukungan penuh dari Kemenag, kami berharap para dosen bisa semakin termotivasi dan memiliki kemampuan teknis yang memadai untuk menulis secara konsisten,” kata Lukman.