JAKARTA, NARASITA – Kementerian Luar Negeri RI bersama berbagai pihak berhasil melaksanakan **penyelamatan WNI Myanmar** yang menjadi korban sindikat online scam di kawasan Myawaddy, Myanmar, pada Juli 2026. Lebih dari 1.200 warga negara Indonesia yang sebelumnya disekap dan dipaksa bekerja dalam kegiatan kejahatan siber ini telah dipulangkan ke tanah air.
Para korban direkrut dengan janji pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri, namun kemudian diselundupkan melalui “jalur tikus” ke Myanmar. Setibanya di sana, mereka dipaksa menjadi operator perusahaan online scam yang menargetkan korban global. Kasus **penyelamatan WNI Myanmar** ini menyoroti praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara yang semakin marak.
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat dengan tegas menyatakan bahwa Myanmar bukan negara penempatan kerja resmi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Oleh karena itu, semua jalur perekrutan yang mengarah ke negara tersebut adalah ilegal dan berpotensi besar berujung pada kasus TPPO. Insiden **penyelamatan WNI Myanmar** ini menjadi bukti nyata bahaya tersebut.
“Kami telah memulangkan lebih dari 1.200 WNI dari Myanmar. Saat ini fokus pada penyelamatan dua WNI yang masih disandera,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI.
Kementerian Luar Negeri RI telah mengonfirmasi dugaan penyanderaan terhadap dua WNI lainnya di Myanmar yang masih dalam proses investigasi intensif. Pihak Kemlu terus menjalin koordinasi erat dengan otoritas Myanmar untuk pembebasan mereka. Upaya **penyelamatan WNI Myanmar** terus berlanjut demi memastikan semua warga negara kembali dengan selamat.
“Myanmar bukan negara penempatan kerja resmi. Semua jalur yang digunakan adalah ilegal dan berujung pada TPPO,” kata perwakilan BP3MI Sumatera Barat.
“Kami dijanjikan kerja di luar negeri, tapi ternyata dipaksa jadi operator scam. Hidup kami seperti disandera,” ujar salah seorang korban WNI yang berhasil diselamatkan.
Pemerintah Indonesia, melalui TNI-Polri, telah meningkatkan pengawasan ketat terhadap jalur ilegal perekrutan PMI dan menindak tegas jaringan penyelundupan. Kasus ini juga mendorong diskusi di tingkat ASEAN untuk kerja sama regional dalam memberantas pusat scam di Myanmar. **Penyelamatan WNI Myanmar** menjadi sorotan internasional, mengingat ribuan korban dari berbagai negara terlibat.





