SULAWESI, NARASITA – Kapal Motor (KM) Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan Sulawesi pada pertengahan Juli 2026, memicu operasi pencarian besar-besaran. Tim gabungan berhasil menemukan dua penumpang selamat setelah berhari-hari hilang, meski satu jenazah korban Tragedi KM Nurul Salsa juga teridentifikasi, menambah duka bagi keluarga.
Dua penumpang KM Nurul Salsa yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Meskipun lemah, keduanya kini dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Namun, kabar duka juga menyertai operasi SAR ini dengan penemuan satu jenazah lagi di lokasi pencarian. Jenazah tersebut diduga kuat merupakan bagian dari puluhan penumpang yang berada di kapal saat Tragedi KM Nurul Salsa terjadi.
Operasi pencarian ini melibatkan tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta nelayan lokal. Mereka bekerja keras dalam kondisi cuaca yang menantang, menyisir area luas di perairan Sulawesi.
“Kami bersyukur dua korban berhasil ditemukan selamat setelah berhari-hari hilang. Satu nyawa sangat berharga,” kata pihak Basarnas, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tim di tengah Tragedi KM Nurul Salsa ini.
“Kami hanya ingin kepastian, apakah keluarga kami selamat atau tidak,” ungkap salah seorang perwakilan keluarga korban, menanti kabar dari proses pencarian yang masih terus berlangsung.
Dugaan awal penyebab tenggelamnya KM Nurul Salsa adalah kombinasi dari cuaca buruk dan kelebihan muatan. Kejadian nahas ini kembali menyoroti pentingnya pengetatan regulasi keselamatan pelayaran tradisional di Indonesia.
Pemerintah daerah setempat didesak untuk segera mengambil tindakan konkret guna memastikan bahwa standar keamanan bagi kapal-kapal rakyat diperketat, menghindari terulangnya Tragedi KM Nurul Salsa serupa di masa mendatang. Dukungan psikologis juga terus diberikan kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar.





