PARIS, NARASITA – Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Prancis mulai Juli 2026, menggantikan Didier Deschamps yang mundur setelah kegagalan di semifinal Piala Dunia 2026. Penunjukan ini diharapkan membawa era baru bagi Les Bleus di bawah kepemimpinan legenda sepak bola tersebut.
Keputusan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Timnas Prancis datang setelah performa kurang memuaskan Les Bleus di Piala Dunia 2026. Didier Deschamps, pelatih sebelumnya, memutuskan mundur usai tim tersingkir di semifinal. FFF ingin Zidane latih Timnas Prancis untuk membawa semangat dan visi baru bagi skuat.
Zinedine Zidane bukan nama asing di dunia kepelatihan. Ia memiliki rekam jejak mentereng bersama Real Madrid, di mana ia berhasil meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Zidane saat melatih Timnas Prancis. Ia dikabarkan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Euro 2030, dengan paket gaji setara pelatih top Eropa.
Pemilihan Zidane tidak lepas dari statusnya sebagai ikon nasional dan pahlawan Piala Dunia 1998. Karisma dan pengalaman luar biasanya diharapkan mampu memotivasi para pemain, terutama generasi baru yang akan menggantikan era Kylian Mbappé dan Antoine Griezmann. FFF percaya bahwa Zidane mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan para pemain serta suporter.
“Zidane adalah pilihan alami. Ia membawa pengalaman, karisma, dan visi baru untuk tim nasional kami,” kata Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).
“Melatih Timnas Prancis adalah kehormatan terbesar. Saya siap membangun generasi baru,” kata Zinedine Zidane.
Meski begitu, tantangan besar menanti Zidane. Tekanan publik untuk meraih hasil cepat di Euro 2028 sangat tinggi, ditambah kebutuhan regenerasi skuad setelah era bintang-bintang senior. Ekspektasi untuk Timnas Prancis selalu berada di puncak, sehingga kegagalan bisa berakibat fatal bagi masa depan kepelatihannya.
Saat ini, Zidane dilaporkan mulai memantau pemain muda di Ligue 1, menunjukkan fokusnya pada pembangunan tim jangka panjang. Media Prancis menyambut penunjukan ini sebagai “era baru sepak bola Prancis”, dengan harapan besar agar sang legenda mampu mengembalikan kejayaan Les Bleus di kancah internasional.





