MOROWALI, NARASITA – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmennya dalam menjaga daya saing hilirisasi nikel di rantai pasok global melalui implementasi kerangka kerja ESG IMIP yang terstruktur. Strategi bisnis ini, yang telah berjalan sejak 2024, diumumkan secara resmi pada 22 Juli 2026 sebagai jawaban atas tantangan regulasi global dan tuntutan keberlanjutan industri.
Implementasi ESG IMIP menjadi sangat krusial di tengah dinamika pasar global, terutama dengan berlakunya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa pada Januari 2026. Kerangka kerja ini membantu IMIP meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, serta membangun kepercayaan publik terhadap produk hilirisasi nikel dari Morowali.
Untuk memastikan penerapan yang efektif, IMIP telah membentuk ESG Committee, ESG Office, dan ESG Team di setiap tenant industri. Sistem tata kelola berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) ini memastikan bahwa seluruh aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terintegrasi dalam operasional perusahaan. Komitmen ESG IMIP ini menjadi tulang punggung keberlanjutan.
“Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola yang transparan, bertanggung jawab, dan aman,” kata Yulius Susanto, Deputi Direktur Operasional PT IMIP.
Di bidang lingkungan, inisiatif ESG IMIP terlihat dari transisi energi bersih dan transportasi rendah karbon. Hingga akhir 2025, IMIP mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik, dan pada Mei 2026, ditambahkan 207 unit bus listrik untuk mobilitas karyawan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 MWp juga ditargetkan beroperasi pada 2027.
Pengelolaan limbah menjadi fokus penting dalam kebijakan ESG IMIP. Dari Januari hingga Mei 2026, pemanfaatan limbah organik dan anorganik mencapai 30,8 ton. Selain itu, sistem pemantauan kualitas air SPARING telah terintegrasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pengawasan real-time.
“Upaya ini meliputi pemanfaatan battery energy storage system, belt conveyor, slurry pipeline, serta pengembangan sumber energi ramah lingkungan,” kata Yundi Sobur, Head of Environment Department PT IMIP.
Aspek sosial dari pilar ESG IMIP juga mendapat perhatian serius, terlihat dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi. IMIP memberikan fasilitas Alat Pemadam Api Ringan (APAR) gratis di kantor-kantor desa serta layanan mobil pemadam kebakaran dan ambulans untuk respons cepat terhadap bencana.
“Kami memberikan fasilitas APAR gratis di kantor-kantor desa, layanan mobil Damkar dan ambulans untuk respons cepat jika terjadi bencana,” kata Johny Semuel, Head of Department OHS PT IMIP.
Dalam tata kelola, laporan ESG IMIP mengacu pada standar internasional seperti GRI, ISSB, RMI, OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, dan ISO 50001, serta prinsip-prinsip PBB dan ILO. Hal ini menunjukkan keseriusan IMIP dalam memenuhi ekspektasi global terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.
“Pada tahun 2030, kami menargetkan masyarakat yang tangguh, berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari,” kata Yulius Susanto, Deputi Direktur Operasional PT IMIP, menjelaskan visi jangka panjang ESG IMIP.
Secara keseluruhan, ESG IMIP menjadi fondasi strategis yang kokoh bagi IMIP dalam menjaga daya saing hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik di rantai pasok global. Implementasi komprehensif ini memastikan IMIP tetap kompetitif, akuntabel, dan diterima di pasar internasional, sekaligus memperkuat keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di Morowali.





