Lindu, NARASITA – Penutupan Festival Danau Lindu 2026 pada Sabtu malam, 25 Juli 2026, di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berlangsung meriah dengan penampilan memukau musisi Enau yang sukses menghibur puluhan ribu masyarakat dan wisatawan. Acara puncak yang dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae ini menandai berakhirnya gelaran tiga hari yang bertujuan memperkuat pariwisata, melestarikan budaya, dan meningkatkan ekonomi lokal.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Danau Lindu 2026 berhasil menarik sekitar 42.000 pengunjung. Kehadiran ribuan wisatawan ini secara signifikan mendongkrak perputaran ekonomi lokal, yang hingga sore hari penutupan telah mencapai Rp1,72 miliar. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga Rp2 miliar pada akhir malam, menunjukkan peningkatan transaksi ekonomi sekitar 54% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perputaran uang selama tiga hari hingga sore tadi tercatat sekitar Rp1,72 miliar. Malam ini saya yakin angkanya akan terus bertambah dan minimal bisa mencapai Rp2 miliar. Peningkatan transaksi ekonomi ini menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.
Keberhasilan Festival Danau Lindu 2026 ini juga diakui secara nasional, dengan masuknya acara tersebut dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program resmi Kementerian Pariwisata. Selain itu, momentum festival ini dimanfaatkan untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada terkait pengembangan perdagangan karbon di kawasan hutan sekitar Taman Nasional Lore Lindu.
“Kita tidak hanya menjaga hutan ini, tetapi masyarakat Lindu juga diharapkan mendapat manfaat dari upaya menjaga kelestarian hutan,” tambah Bupati Rizal, menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Musisi Enau, yang memiliki nama asli Putra Permana, menjadi bintang tamu utama pada malam penutupan. Penampilannya membangkitkan semangat puluhan ribu penonton yang memadati lokasi. Sebelum tampil, Enau sempat menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk turut merayakan warisan peradaban melalui Festival Danau Lindu 2026.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aku Enau. Salam sejahtera semuanya. Saya ingin mengajak kita semua untuk merayakan warisan peradaban Festival Danau Lindu Tahun 2026, Lindu The Majestic Land. Ayo kita semua datang, ramaikan. Jadi jangan ragu untuk datang, karena Lindu bikin rindu. Pakaroso. Sampai jumpa,” seru Enau disambut riuh tepuk tangan penonton.
Penutupan Festival Danau Lindu 2026 pada 25 Juli 2026 ini menegaskan posisinya sebagai agenda penting bagi Kabupaten Sigi. Keberhasilan dalam menarik kunjungan wisatawan, mengukuhkan identitas budaya lokal seperti tari Rego, hingga mendorong kolaborasi strategis dalam pengelolaan lingkungan, membuktikan bahwa festival ini adalah motor penggerak pembangunan daerah berbasis pariwisata dan budaya.





