SIGI, NARASITA – Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Daerah Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan kebutuhan balita kepada lima anak warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan sosial “Talih Kasih” ini menjadi wujud nyata PIPAS Sulteng salurkan bantuan demi memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak serta tumbuh kembang anak-anak yang orang tuanya sedang menjalani masa pembinaan.
Acara penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, bersama Ketua PIPAS Daerah Sulawesi Tengah, Ny. Karlina Herman. Hadir pula Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, serta jajaran PIPAS Daerah Sulawesi Tengah. Momen ini sekaligus menandai kunjungan perdana Herman Mulawarman ke Lapas Perempuan Palu sejak menjabat di posisi tersebut.
Dalam kesempatan ini, Herman Mulawarman menekankan bahwa pendekatan pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan semata, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap hak-hak anak yang terdampak. Anak-anak tetap berhak memperoleh perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka. Pentingnya PIPAS Sulteng salurkan bantuan menjadi bagian integral dari upaya tersebut.
“Anak-anak warga binaan adalah bagian dari masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama. Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembinaan warga binaan, tetapi juga menghadirkan kepedulian terhadap keluarga mereka, terutama anak-anak, agar tetap mendapatkan perhatian dan hak-haknya secara layak,” kata Herman Mulawarman, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan. Dukungan terhadap keluarga warga binaan, termasuk melalui inisiatif seperti PIPAS Sulteng salurkan bantuan ini, menjadi bagian penting dalam membangun optimisme dan memperkuat proses reintegrasi sosial. Informasi lebih lanjut mengenai program pemasyarakatan dapat dilihat pada situs resmi Kementerian Hukum dan HAM.
Sementara itu, Ketua PIPAS Daerah Sulawesi Tengah, Ny. Karlina Herman, mengungkapkan bahwa kegiatan Talih Kasih adalah wujud komitmen PIPAS dalam menghadirkan manfaat nyata. Ini khususnya ditujukan bagi anak-anak yang berada dalam lingkungan pemasyarakatan, memastikan mereka tidak kehilangan hak-hak dasarnya. Program PIPAS Sulteng salurkan bantuan diharapkan mampu memberikan dampak positif.
“Anak-anak tidak boleh kehilangan hak untuk memperoleh kasih sayang dan perhatian hanya karena kondisi yang dialami orang tuanya. Melalui Talih Kasih ini kami ingin berbagi kepedulian sekaligus memastikan mereka tetap merasakan kehadiran dan dukungan dari banyak pihak. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus memberi semangat bagi para ibu untuk terus menjalani pembinaan,” kata Ny. Karlina Herman.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah dan PIPAS Daerah Sulawesi Tengah. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga besar Lapas Perempuan Palu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian PIPAS Daerah Sulawesi Tengah yang telah hadir dan berbagi kasih bersama keluarga besar Lapas Perempuan Palu. Bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para warga binaan untuk terus menjalani pembinaan dengan harapan dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka,” kata Yoesiana, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu.
Salah seorang warga binaan dengan inisial RF menyatakan rasa terharunya atas perhatian yang diberikan kepada dirinya dan sang anak. Ia merasa terbantu dengan adanya inisiatif seperti PIPAS Sulteng salurkan bantuan ini.
“Saya sangat bersyukur dan terharu atas bantuan ini. Paket kebutuhan balita ini sangat bermanfaat untuk anak saya. Perhatian seperti ini membuat kami merasa masih memiliki harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap RF, warga binaan Lapas Perempuan Palu.
Melalui kegiatan “Talih Kasih” ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah bersama PIPAS Daerah Sulawesi Tengah menegaskan kembali komitmen mereka dalam menghadirkan pemasyarakatan yang humanis. Penempatan perlindungan dan tumbuh kembang anak sebagai bagian penting dari masa depan bangsa menjadi prioritas utama.





