Paris, Prancis, NARASITA – Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Prancis pada 28 Juli 2026. Penunjukan ini terjadi setelah Didier Deschamps memutuskan mundur dari posisinya. Zidane akan memimpin Les Bleus dengan kontrak berdurasi empat tahun, menargetkan gelar di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Langkah ini menandai era baru bagi sepak bola Prancis di bawah kendali legenda hidup mereka.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan keputusan bersejarah ini setelah spekulasi panjang mengenai masa depan kepelatihan timnas. Zidane menandatangani kesepakatan yang akan mengikatnya hingga akhir Piala Dunia 2030, menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk membangun tim. Harapan besar kini diemban di pundak Zidane untuk kembali membawa kejayaan.
Didier Deschamps sendiri telah menyelesaikan tugasnya dengan gemilang selama 14 tahun, membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Keputusan mundurnya Deschamps pasca Piala Dunia 2026 membuka jalan bagi suksesor yang diidam-idamkan publik.
Sebelum Zidane latih Timnas Prancis, pria yang akrab disapa “Zizou” ini memiliki rekam jejak kepelatihan yang luar biasa bersama Real Madrid. Ia berhasil mempersembahkan tiga trofi Liga Champions berturut-turut pada 2016 hingga 2018, serta total 11 gelar selama periode kepelatihannya di sana. Prestasinya membuktikan kemampuan manajerialnya yang mumpuni dalam menangani tim bertabur bintang.
Pemilihan Zidane sebagai pelatih Timnas Prancis tidak lepas dari statusnya sebagai legenda nasional. Pahlawan Piala Dunia 1998 ini dianggap memiliki koneksi emosional yang kuat dengan para pemain dan suporter. Karisma dan pengalamannya diharapkan mampu memotivasi skuad muda Les Bleus menuju puncak prestasi.
Target utama yang dibebankan kepada Zidane adalah membawa Prancis meraih gelar di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Ini membutuhkan proses regenerasi skuad pasca-era pemain kunci seperti Kylian Mbappé dan Antoine Griezmann. Tantangan besar menanti Zidane dalam membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Meskipun ekspektasi tinggi menyertai penunjukan ini, Zidane latih Timnas Prancis juga menghadapi sejumlah risiko dan tekanan. Kegagalan mencapai target bisa berdampak besar pada reputasinya. Publik menuntut hasil instan, sehingga Zidane harus segera menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membangun tim.
“Tidak ada yang lebih hebat dari tim nasional Prancis. Ini adalah kebanggaan besar dan tanggung jawab besar bagi saya,” kata Zinedine Zidane, pelatih Timnas Prancis yang baru.
“Pengangkatan Zidane adalah kebanggaan luar biasa. Ia adalah sosok terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis,” ujar Philippe Diallo, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis.
Media Prancis menyambut penunjukan ini sebagai “era baru sepak bola Prancis,” sementara para penggemar menyambut antusias, menganggap Zidane adalah sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Les Bleus. Langkah awal Zidane kini adalah memantau pemain muda Ligue 1 untuk proses regenerasi tim.





