TOKYO, NARASITA – Jumlah korban gempa Jepang pada Rabu, 29 Juli 2026, terus bertambah signifikan setelah pemerintah merilis pembaruan data. Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan 13 orang meninggal dunia dan 387 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah.
Pembaruan data korban gempa Jepang ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi pada tanggal 29 Juli, sebagaimana dirilis oleh pemerintah Jepang. Sebelumnya, laporan awal dari prefektur Kumamoto menyebutkan angka yang lebih rendah, yaitu 3 meninggal, 5 henti jantung dan pernapasan, serta 31 terluka. Namun, angka-angka tersebut merupakan data sementara yang belum mencerminkan total nasional setelah verifikasi menyeluruh.
Angka 13 korban jiwa akibat gempa Jepang ini merupakan hasil pembaruan resmi yang dirilis oleh pemerintah pada hari yang sama. Sementara itu, total 387 orang luka-luka tercatat dalam rangkuman laporan perkembangan terbaru. Proses pencarian dan verifikasi korban masih terus berlangsung di berbagai lokasi terdampak. Dengan demikian, pemerintah tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah korban gempa Jepang ini masih bisa mengalami perubahan di kemudian hari.





