JAKARTA, NARASITA – Hasil Drawing ASEAN Cup 2026 yang berlangsung akhir Juli 2026 menempatkan Timnas Indonesia dalam grup yang sama dengan rival abadi Malaysia, serta mengejutkan dengan partisipasi Pakistan sebagai peserta baru. Turnamen yang diselenggarakan FIFA bekerja sama dengan federasi ASEAN ini bertujuan memperkuat eksposur sepak bola Asia Tenggara di kancah internasional melalui proses drawing yang terbuka.
Pengundian Hasil Drawing ASEAN Cup 2026 memunculkan kembali rivalitas klasik di Asia Tenggara antara Indonesia dan Malaysia, sebuah laga yang selalu menyedot perhatian publik. Selain itu, partisipasi Pakistan sebagai tim undangan non-ASEAN menjadi sorotan, menandai upaya FIFA untuk memperluas jangkauan dan nilai diplomasi olahraga turnamen ini. Kehadiran Pakistan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan menambah dimensi kompetitif yang unik bagi turnamen ini.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut baik Hasil Drawing ASEAN Cup 2026 ini sebagai momentum penting. Beliau menyebut bahwa turnamen tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat diplomasi olahraga dan menunjukkan kekuatan sepak bola Asia Tenggara di panggung dunia. Turnamen ini menjadi kesempatan emas bagi negara-negara ASEAN untuk mendapatkan eksposur global yang lebih besar melalui platform FIFA.
“ASEAN Cup 2026 adalah momentum untuk menunjukkan kekuatan sepak bola Asia Tenggara di panggung dunia,” kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Format kompetisi ASEAN Cup 2026 akan mengadopsi sistem fase grup, dilanjutkan dengan semifinal dan final, mirip dengan Piala AFF namun di bawah payung FIFA. Pertandingan dijadwalkan akan digelar di beberapa negara ASEAN dengan sistem kandang-tandang, memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta dan penggemar. Ini juga menjadi ajang uji coba bagi format baru yang coba diterapkan FIFA di turnamen regional.
“Partisipasi Pakistan menandai langkah baru dalam memperluas jangkauan turnamen regional,” kata perwakilan FIFA.





