LIVERPOOL, NARASITA – Klub raksasa Liga Primer Inggris, Liverpool FC, mengalami serangkaian perubahan besar menjelang musim 2026/2027. Pergantian pelatih dan restrukturisasi manajemen terjadi setelah proyek multiklub Fenway Sports Group (FSG) dinilai gagal, menandai era baru bagi The Reds di musim panas 2026 ini. Andoni Iraola ditunjuk sebagai nakhoda baru menggantikan Arne Slot, sementara beberapa figur kunci di balik layar juga hengkang.

Andoni Iraola secara resmi mengambil alih kursi kepelatihan Liverpool FC. Penunjukannya terjadi setelah performa klub yang kurang memuaskan di musim sebelumnya di bawah Arne Slot. Iraola diharapkan membawa angin segar dan strategi baru untuk mengembalikan kejayaan tim dalam menghadapi tantangan berat Premier League dan kompetisi lainnya. Perubahan Liverpool 2026 ini dimulai dari sisi taktik di lapangan.

Di ranah manajemen, Michael Edwards telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO Fenway Sports Group (FSG). Kepergiannya ini menyusul kegagalan proyek ambisius kepemilikan multiklub yang digagas FSG. Selain itu, Richard Hughes, yang menjabat direktur olahraga, juga dikabarkan akan segera pindah ke klub Arab Saudi, Al Hilal, menambah daftar panjang perubahan Liverpool 2026. Ini menunjukkan skala restrukturisasi yang masif.

Di tengah gejolak ini, Billy Hogan selaku CEO Liverpool FC menegaskan bahwa klub tetap berada dalam kondisi yang stabil. Meskipun terjadi pergantian signifikan di jajaran kepelatihan dan manajemen, Hogan berusaha meyakinkan para suporter dan pemangku kepentingan bahwa visi dan misi klub tidak akan goyah. Klub berupaya memastikan transisi perubahan Liverpool 2026 ini berjalan mulus demi masa depan tim.