TURIN, NARASITA – Minat serius Juventus terhadap gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, masih terhambat dua faktor krusial: gaji sang pemain yang tinggi serta ketidakpastian partisipasi Juventus di Liga Champions musim depan. Klub raksasa Italia itu sangat membutuhkan suntikan kreativitas di lini tengah, dan Tijjani Reijnders menjadi salah satu target utama untuk mengatasi krisis tersebut.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menjadikan Tijjani Reijnders sebagai prioritas utama setelah upaya mendekati Bernardo Silva menemui jalan buntu. Spalletti melihat Reijnders sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan kreativitas di lini tengah, posisi yang kerap menjadi sorotan dalam performa tim.
Di sisi lain, Manchester City dilaporkan siap melepas Tijjani Reijnders menyusul perannya yang semakin menurun dalam skuad Pep Guardiola. Sejak didatangkan dari AC Milan pada musim 2025 dengan mahar €55 juta, Reijnders mencatatkan 46 laga kompetitif dengan 7 gol dan 8 assist, namun hanya 29 kali menjadi starter.
Situasi Tijjani Reijnders di Manchester City semakin jelas terlihat di 13 pertandingan terakhir, di mana ia hanya sekali menjadi starter. Kondisi ini membuat City terbuka untuk skema pinjaman dengan kewajiban pembelian permanen di angka sekitar €40 juta, sebuah tawaran yang menarik bagi transfer Tijjani Reijnders Juventus.
Namun, kendala terbesar bagi Juventus adalah permintaan gaji Tijjani Reijnders yang mencapai €7 juta per musim. Angka ini dianggap terlalu tinggi bagi keuangan Bianconeri, terutama jika mereka gagal mengamankan tiket ke Liga Champions, yang akan sangat memengaruhi pendapatan klub.
Kondisi finansial Juventus yang masih harus berhati-hati membuat mereka juga memantau opsi lain seperti Brahim Diaz dari Real Madrid, yang dinilai memiliki profil serupa dengan biaya transfer dan gaji yang lebih terjangkau. Keputusan akhir mengenai transfer Tijjani Reijnders akan sangat bergantung pada kepastian Juventus lolos ke kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi itu.





