SPANYOL, NARASITA – Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) resmi membuka penyelidikan disipliner luar biasa terhadap Barcelona awal Agustus 2026. Penyelidikan Barcelona Julian Alvarez ini menyusul laporan resmi Atletico Madrid ke RFEF dan FIFA atas dugaan pelanggaran aturan transfer pemain. Kasus ini berpusat pada transfer penyerang muda, Julian Alvarez.

Atletico Madrid menuduh Barcelona melakukan pendekatan ilegal kepada Julian Alvarez, yang saat itu masih terikat kontrak dengan klub ibu kota hingga Juni 2027. Tindakan ini dianggap melanggar Pasal 18 dari Statuta Transfer Pemain FIFA serta Pasal 143 Kode Disipliner RFEF. Penyelidikan Barcelona Julian Alvarez ini akan fokus pada pengumpulan bukti komunikasi antara Barcelona atau perwakilannya dengan sang pemain atau agennya tanpa izin Atletico.

Sumber internal RFEF mengkonfirmasi bahwa penyelidikan ini dibuka setelah menerima “bukti substansial” dari Atletico Madrid yang mendukung klaim mereka. Implikasi dari penyelidikan Barcelona Julian Alvarez ini bisa sangat serius bagi klub Catalan. Jika terbukti bersalah, Barcelona dapat menghadapi sanksi berupa denda finansial yang besar, larangan transfer pemain untuk beberapa periode, atau bahkan pengurangan poin di kompetisi domestik.

Julian Alvarez sendiri adalah salah satu pilar penting di lini serang Atletico Madrid, berhasil mencetak 20 gol di berbagai kompetisi musim lalu. Performanya yang konsisten menjadikan ia aset berharga yang sangat ingin dipertahankan oleh Atletico. Kontrak sang pemain juga diketahui memiliki klausul rilis senilai
120 juta.

Meskipun demikian, pihak Barcelona telah mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah semua tuduhan. Mereka mengklaim bahwa segala pendekatan yang mungkin terjadi telah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan siap bekerja sama sepenuhnya dengan RFEF terkait penyelidikan Barcelona Julian Alvarez ini. Klub telah menyiapkan tim hukum untuk menghadapi proses disipliner yang sedang berlangsung.