PALU, NARASITA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) memastikan program bedah rumah bagi eks warga binaan terus berjalan sesuai target. Progres pembangunan sudah mencapai sekitar 90 persen, dengan target penyelesaian sepekan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia sebagai wujud komitmen menghadirkan pembinaan berdampak pasca warga binaan kembali ke masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabagtum) Kanwil Ditjenpas Sulteng, Maulana Luthfiyanto, saat meninjau perkembangan pembangunan rumah di Jalan Yodo, Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Senin (03/08). Monitoring dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta manfaat program benar-benar dirasakan penerima.

Ini merupakan arahan langsung Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman agar setiap program pembinaan tidak berhenti di dalam lapas atau rutan. Kami ingin memastikan warga binaan yang telah kembali ke masyarakat memperoleh kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik melalui dukungan nyata dari pemasyarakatan, ujar Maulana.

Berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan bedah rumah telah memasuki tahap finishing pada bagian dalam. Pekerjaan penyelesaian dinding, lantai, dan instalasi pendukung terus dikebut agar selesai sesuai jadwal. Rumah dibangun dengan dua kamar tidur untuk memberikan ruang yang layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat program bedah rumah ini.

Desain bangunan mendapat penyempurnaan melalui penambahan atap pada bagian depan rumah. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari sore sehingga menciptakan kenyamanan lebih baik bagi penghuni. Maulana mengatakan kualitas bangunan menjadi perhatian utama, setiap tahapan pembangunan dipantau agar hasilnya tidak hanya selesai tepat waktu tetapi juga memenuhi aspek kelayakan dan kenyamanan.

Kami optimistis pembangunan selesai sesuai target, yakni sekitar sepekan sebelum HUT Ke-81 RI. Yang terpenting bukan hanya selesai, tetapi rumah ini benar-benar layak huni dan dapat menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik bagi penerimanya, katanya.

Dalam pelaksanaannya, Kanwil Ditjenpas Sulteng melibatkan warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi dan memiliki keterampilan di bidang konstruksi. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian, sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata sebagai bekal ketika kembali sepenuhnya ke masyarakat.

Menurut Maulana, langkah tersebut mencerminkan komitmen Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam menghadirkan pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga binaan setelah bebas. Melalui program bedah rumah ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa pembinaan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang produktif, memiliki keterampilan, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Kanwil Ditjenpas Sulteng memastikan setiap proses pembangunan terus dikawal hingga tuntas agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan menjadi simbol bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya membina tetapi juga membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik bagi eks warga binaan.