ITALIA, NARASITA – Mantan penjaga gawang Juventus, Marco Storari, melontarkan kritik tajam terhadap Luciano Spalletti terkait strategi kiper Juventus yang dianggapnya tidak konsisten. Storari mempertanyakan arah kebijakan Spalletti dalam memilih tipe penjaga gawang untuk tim, yang menimbulkan kebingungan di kalangan pengamat sepak bola.

Kritik ini disampaikan Storari pada awal Agustus 2026 dalam sebuah diskusi di kanal YouTube CN 1908, media Italia. Storari menyoroti inkonsistensi Spalletti dalam menentukan profil kiper yang dibutuhkan Juventus, di mana ia terlihat beralih-alih antara kiper bertipe ofensif dan defensif untuk strategi kiper Juventus.

Menurut Storari, Spalletti pernah menunjukkan ketertarikan pada Alisson Becker, seorang kiper dengan gaya bermain ofensif. Namun, kemudian, nama Emiliano Martínez yang cenderung defensif juga masuk dalam radar Spalletti. Kini, perhatian pelatih Juventus tersebut beralih ke Zion Suzuki, kiper muda dari Parma.

Storari juga menyoroti keberadaan Giovanni Daffara, produk akademi Juventus, yang dilepas ke Parma. Padahal, Daffara tampil impresif bersama Avellino musim lalu dan dinilai memiliki potensi sebagai kiper ofensif muda yang bisa menjadi bagian dari strategi kiper Juventus di masa depan.

Kritik ini memunculkan pertanyaan besar mengenai konsep strategi kiper Juventus di bawah asuhan Spalletti. Inkonsistensi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas lini belakang tim dan arah pengembangan pemain muda di posisi penjaga gawang.

“Saya tidak mengerti konsep Spalletti di sektor kiper. Dulu dia tertarik pada Alisson yang ofensif, lalu Emiliano Martínez yang defensif, sekarang Zion Suzuki. Jika mencari kiper muda, Juve sudah punya Giovanni Daffara,” kata Marco Storari, mantan kiper Juventus.

Pernyataan Storari ini menambah tekanan bagi Luciano Spalletti untuk lebih menjelaskan visi dan misi mengenai strategi kiper Juventus yang akan ia terapkan. Ini juga membuka perdebatan mengenai evaluasi manajemen Juventus terhadap potensi pemain muda seperti Giovanni Daffara.