MILAN, NARASITA – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, telah menyelesaikan evaluasi AC Milan terhadap skuadnya. Hasilnya mengejutkan: empat pemain senior diputuskan untuk dilepas pada bursa transfer musim panas 2026, sementara bek Matteo Gabbia justru mendapat kepercayaan penuh dan dipertahankan dalam proyek tim.

Empat pemain yang masuk daftar jual setelah evaluasi Amorim AC Milan adalah Ruben Loftus-Cheek, Pervis Estupiñán, Fikayo Tomori, dan Youssouf Fofana. Keputusan ini diambil untuk merampingkan skuad, menambah dana transfer, dan memperkuat lini pertahanan sesuai visi Amorim.

Ruben Loftus-Cheek, gelandang berusia 30 tahun dengan kontrak hingga Juni 2027, menjadi salah satu nama yang akan dilepas. Begitu pula dengan Pervis Estupiñán (28 tahun) dan Youssouf Fofana (27 tahun) yang tidak masuk dalam rencana jangka panjang pelatih asal Portugal tersebut.

Fikayo Tomori (28 tahun), yang sebelumnya menjadi andalan di lini belakang, juga masuk daftar jual. Keputusan ini menunjukkan Amorim ingin mendatangkan bek baru yang lebih sesuai dengan skema permainannya, dengan Gonçalo Inácio dari Sporting CP sebagai target utama dalam evaluasi Amorim AC Milan.

Berbeda nasib dengan keempat pemain tersebut, bek tengah Matteo Gabbia (26 tahun) justru menjadi kejutan positif dalam evaluasi Amorim AC Milan. Penampilan solidnya membuat Amorim memutuskan untuk mempertahankannya, bahkan memberinya potensi peran yang lebih besar di musim depan.

Penjualan keempat pemain ini diharapkan dapat menghasilkan dana segar yang signifikan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendatangkan pemain baru, terutama untuk memperkuat sektor pertahanan yang menjadi fokus utama dalam evaluasi Amorim AC Milan. Milan tetap berupaya mencari tambahan bek sebelum bursa transfer ditutup.

Luca Cohan, seorang jurnalis, mengomentari situasi ini. “Amorim sudah tahu siapa yang tetap dan siapa yang pergi. Empat pemain masuk daftar jual, Gabbia jadi kejutan positif,” kata Luca Cohan.

Keputusan hasil evaluasi Amorim AC Milan ini menandai era baru di bawah kepemimpinan Ruben Amorim. Perubahan besar ini diharapkan mampu membawa Milan kembali ke jalur kejayaan dan membangun tim yang lebih kompetitif di berbagai kompetisi.