GOWA, NARASITA – Rasyid Bakri, gelandang senior kebanggaan PSM Makassar, akhirnya kembali bergabung dalam sesi latihan tim jelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2026/2027. Setelah sempat absen pada latihan perdana 16 Juli lalu, kehadiran Rasyid Bakri di Stadion Kalegowa pada 06 Agustus 2026 menjadi sinyal kuat ‘Sang Pangeran’ akan tetap membela Juku Eja. Ia bahkan turut serta dalam pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta yang berlangsung dari 07 hingga 21 Agustus 2026.

Kembalinya Rasyid Bakri dalam persiapan tim asuhan Darije Kalezic ini memberikan angin segar bagi PSM Makassar. Pemain berusia 35 tahun itu dikenal sebagai simbol loyalitas PSM, setelah mengabdi lebih dari 15 tahun dari tim junior hingga senior. Loyalitas Rasyid Bakri diharapkan mampu memberikan pengalaman dan kedalaman lini tengah PSM.

Meski Rasyid Bakri sudah ikut latihan dan TC, status resminya untuk ISL 2026/2027 masih menunggu pengumuman manajemen. Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, menyebut kerangka final skuad masih dalam tahap penyusunan.

“Kerangka final skuad masih disusun. Kehadiran Rasyid di TC jadi sinyal positif, tapi keputusan resmi akan diumumkan kemudian,” kata Muhammad Nur Fajrin.

Kehadiran Rasyid Bakri di TC Yogyakarta tidak hanya penting bagi skuad, tetapi juga bagi para suporter. Para pendukung PSM Makassar menjadikan Rasyid Bakri sebagai ikon kesetiaan dan kebanggaan. Pengalaman panjang Rasyid Bakri di level tertinggi sepak bola Indonesia diharapkan mampu membimbing pemain muda dan menjaga mentalitas juara tim.

PSM Makassar akan memulai perjalanan mereka di ISL 2026/2027 pada bulan September. Persiapan intensif, termasuk TC di Yogyakarta dan kembalinya Rasyid Bakri, menunjukkan keseriusan tim untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Keputusan final mengenai status Rasyid Bakri memang dinantikan, namun loyalitas Rasyid Bakri sudah terukir jelas dalam sejarah PSM Makassar.