PALU, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu mencatat suhu Kota Palu saat ini mencapai puncaknya di 36 derajat Celsius pada siang hari, sementara malam hari berkisar 22 derajat Celsius. Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa suhu ekstrem ini masih dalam kisaran normal, meski masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi yang lebih kering.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu Fathan Labanu,menjelaskan bahwa rentang suhu harian di ibu kota Sulawesi Tengah ini cukup signifikan. Perbedaan suhu Kota Palu yang drastis antara siang dan malam hari memerlukan perhatian lebih dari masyarakat.
“Berdasarkan pantauan kami bahwa suhu di Kota Palu itu berkisar saat ini di antara 22 pada malam hari kemudian sampai 36 pada siang hari,” kata pihak BMKG.
Perubahan suhu yang cukup jauh dari 22 derajat Celsius ke 36 derajat Celsius membuat masyarakat harus lebih menjaga kondisi tubuh. BMKG menekankan pentingnya kesadaran akan kondisi lingkungan saat ini.
“Nah, itu cukup perubahannya cukup jauh ya dari 22 ke 36,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan pelindung diri ketika beraktivitas di luar ruangan. Ini adalah langkah preventif untuk menghadapi suhu Kota Palu yang cukup terik.
Meski suhu Kota Palu mencapai 36 derajat Celsius, BMKG menyatakan bahwa angka ini masih tergolong normal untuk wilayah Palu. Suhu serupa juga sering terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.
“Kalau untuk rata-ratanya mungkin tidak terlalu, maksudnya itu masuk masih dalam capaian normal ya. Untuk 36 itu tiap hari juga antara 34 sampai 36 itu masih sering terjadi di bulan-bulan sebelumnya juga,” jelasnya.
Namun, yang membedakan kondisi saat ini adalah cuaca yang cenderung lebih kering. Hal ini disebabkan oleh minimnya pertumbuhan awan dan rendahnya kelembapan udara yang berdampak pada suhu Kota Palu.





