MILAN, NARASITA – Proyek Inter U-23 panen cuan dari penjualan pemain muda. Meski gagal lolos ke babak play-off Serie C, klub berjuluk Nerazzurri ini berhasil mengantongi keuntungan modal signifikan dari transfer pemain-pemain andalannya.

Keuntungan pertama datang dari penjualan Kamate yang resmi bergabung dengan Espanyol. Transfer ini bernilai €3 juta dan dilengkapi klausul 50% saham jika pemain tersebut dijual kembali di masa mendatang. Strategi ini menunjukkan bahwa Inter U-23 bukan hanya tentang pengembangan bakat, tetapi juga ladang investasi menguntungkan.

Selain Kamate, Inter U-23 juga berpotensi mendapatkan dana besar dari penjualan Iddrissou. Pemain ini sedang menjadi incaran klub-klub dari Prancis dan Belanda, dengan harga minimum yang diperkirakan mencapai €7,5 juta. Iddrissou digadang-gadang akan menjadi sumber keuntungan modal besar berikutnya bagi Inter.

Sementara itu, manajemen Inter juga telah mengamankan aset berharganya, Leonardo Bovio. Ia diminati oleh beberapa klub Inggris, namun Inter memutuskan untuk memperpanjang kontraknya hingga 2029, dengan opsi perpanjangan hingga 2030. Langkah ini menunjukkan upaya Inter dalam menjaga pemain-pemain potensialnya.

Saat ini, manajemen Inter masih menanti perkembangan dari beberapa nama lain seperti Marello, Mancuso, Lavelli, dan Mosconi. Masa depan mereka di Inter U-23 juga akan segera ditentukan, seiring dengan strategi klub untuk terus mengembangkan dan mengkapitalisasi bakat-bakat muda.

Strategi Inter dalam mengembangkan tim U-23 ini terbukti efektif. Tidak hanya sebagai wadah pembinaan pemain, tetapi juga sebagai mesin penghasil cuan dari penjualan pemain ke klub-klub lain.

“Keuntungan modal pertama sebenarnya sedang dalam perjalanan. Koper sudah siap untuk Kamate yang pindah ke Espanyol dengan harga €3 juta ditambah 50% saham jika dijual kembali,” kata Tuttosport, media olahraga terkemuka di Italia.