Beberapa Anak Tantrum 5-15 kali Sehari: Ini Solusi Psikolog
Riset NARASITA mengungkap 68% orang tua kewalahan menghadapi tantrum harian. Menurut dr. Rose Mini, M.Psi., pakar psikologi perkembangan, ‘Tantrum sebenarnya komunikasi frustasi anak yang tak terungkap’.
5 Teknik Jitu Menurut Ahli
- Validasi emosi: ‘Kamu marah karena tak boleh es krim? Ibu mengerti’ lebih efektif daripada larangan keras
- Time-in bukan time-out: Duduk bersama anak alih-alih mengisolasi memberi rasa aman
- Distraksi kreatif: Alihkan ke aktivitas sensorik seperti remas adonan atau tiup gelembung
Kesalahan Umum yang Memperparah
Studi Universitas Harvard menunjukkan ancaman justru memperpanjang durasi tantrum hingga 300%. Beberapa kesalahan fatal antara lain:
- Berdebat saat emosi memuncak
- Menuruti permintaan demi meredam amukan
- Memberi label ‘nakal’ atau ‘bandel’
Psikolog Anna Surti Ariani menekankan, ‘Tantrum bukan manipulasi, tapi ketidakmampuan mengelola emosi. Peran orang tua sebagai coach emosional’.
Antisipasi Pemicu Harian
Catat pola waktu dan situasi pemicu selama seminggu. Siapkan strategi preventif seperti snack sehat sebelum jam rawan atau mainan favorit saat bepergian.
Teknik emotion coaching terbukti mengurangi intensitas tantrum hingga 40% dalam 3 bulan. Kunci konsistensi dan kerja sama seluruh pengasuh menjadi faktor penentu kesuksesan.





