PALU, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah pada Jumat, 14 Agustus 2026, akan didominasi kondisi cerah hingga berawan, meski tanpa potensi hujan. Masyarakat di wilayah Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah diminta untuk mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi hingga tanggal tersebut.

Dalam prospek cuaca BMKG yang diperbarui pada Kamis, 13 Agustus 2026, untuk periode 11-17 Agustus 2026, Sulawesi Tengah termasuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang.

Untuk Kota Palu, BMKG memperkirakan cuaca cerah hingga berawan dengan suhu berkisar 22–33 derajat Celsius. Kelembapan udara di ibu kota Sulawesi Tengah ini diperkirakan berada pada kisaran 47–98 persen. Sejumlah wilayah lain di Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah juga diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan.

Toli-Toli dan Buol diprakirakan memiliki suhu maksimum sekitar 34 derajat Celsius. Sementara itu, Poso, Morowali, dan Banggai memiliki suhu yang dapat turun hingga sekitar 15 derajat Celsius. Di Parigi Moutong, suhu diprakirakan berkisar 27–31 derajat Celsius. Adapun Sigi diprakirakan mengalami kondisi berawan, cerah berawan, hingga udara kabur dengan suhu sekitar 16–31 derajat Celsius.

BMKG menyebut potensi angin kencang menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai di Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah. Potensi ini berlaku hingga 14 Agustus 2026.

BMKG menjelaskan, Kondisi cuaca kering juga perlu menjadi perhatian. BMKG mencatat sekitar 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim telah memasuki musim kemarau. Pada Dasarian II Agustus 2026, sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian. Ini berdampak signifikan pada Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah.

BMKG menyebut kondisi atmosfer Indonesia pada awal hingga pertengahan Agustus 2026 dipengaruhi oleh El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai uap air ke Indonesia sehingga kondisi musim kemarau cenderung lebih kering dari normal. Anomali suhu muka laut di wilayah Niño3.4 tercatat di atas +2 derajat Celsius, sedangkan indeks IOD berada di sekitar +0,63.

BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal dan dapat disertai kilat, petir, maupun angin kencang. Ini adalah bagian dari Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah yang dinamis.

Dalam kondisi kemarau yang cenderung kering, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga disarankan memastikan kebutuhan cairan tercukupi, mengurangi aktivitas fisik berat di bawah paparan matahari langsung, serta mengamankan benda-benda ringan yang berada di tempat terbuka apabila angin menguat. Warga juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran. BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca karena prakiraan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer terbaru.