MAKASSAR, NARASITA – Keluarga seorang pelajar asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, kini bisa bernapas lega. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) resmi menanggung penuh biaya pengobatan pelajar Morowali Utara berinisial A, yang sedang dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban tembakan senapan angin.

A, seorang siswi kelas III SMK, harus kehilangan mata kanannya akibat insiden tragis tersebut. Sebelumnya, keluarga sempat kebingungan mencari dana sekitar Rp42 juta untuk menutupi biaya pengobatan pelajar Morowali Utara ini.

Kekhawatiran keluarga ini mendapat perhatian serius dari Pemprov Sulteng. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, langsung menjenguk A bersama keluarganya di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan pelajar Morowali Utara akan ditanggung pemerintah. Ini menjadi angin segar bagi keluarga yang sebelumnya cemas.

“Terima kasih karena semuanya sudah ditanggung, tadi disampaikan Ibu Wakil Gubernur Sulteng,” kata Mastin Lamato, salah satu anggota keluarga, pada Jumat.

Kondisi A yang kehilangan mata kanannya semakin menambah beban keluarga, terutama terkait besaran biaya pengobatan pelajar Morowali Utara yang mencapai puluhan juta rupiah. Kehadiran Wakil Gubernur Reny Lamadjido menjadi jawaban atas persoalan tersebut.

Keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Mereka juga berterima kasih kepada media yang telah membantu memberitakan kondisi A, sehingga masalah ini mendapat perhatian lebih luas.

“Terima kasih juga kepada semua media yang sudah membantu. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, membalas semua kebaikannya,” tambah keluarga A.

Bantuan ini bukan hanya meringankan beban finansial keluarga terkait biaya pengobatan pelajar Morowali Utara, tetapi juga memberikan dukungan moral. Keluarga berharap A dapat menjalani perawatan dengan baik dan segera pulih untuk kembali ke Morowali Utara, melanjutkan pendidikannya.

Setelah melalui masa kecemasan, keluarga kini bisa lebih fokus pada proses pemulihan A dengan harapan dan semangat baru, berkat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.