MOROWALI, NARASITA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi bukti nyata bagaimana TNI dan pemerintah daerah bersinergi untuk mempercepat pembangunan desa, termasuk di wilayah kepulauan. Pernyataan ini disampaikan saat penutupan TMMD ke-123 di Kepulauan Umbele, Morowali.
Anwar Hafid menjelaskan bahwa TMMD tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka akses serta mempersiapkan pengembangan wilayah. Ini sejalan dengan upaya meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok daerah melalui TMMD perkuat sinergi pembangunan desa.
Salah satu fokus utama yang disoroti adalah pembangunan akses jalan di Umbele. Menurut Anwar, infrastruktur ini sangat penting untuk konektivitas warga sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan kawasan. Inisiatif melalui TMMD ini menjadi landasan kuat bagi kemajuan desa.
Gubernur Anwar Hafid juga mengungkapkan aspirasi masyarakat terkait pengembangan Umbele menjadi calon ibu kota kecamatan. Cita-cita ini, katanya, sudah ada sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Morowali. Oleh karena itu, TMMD perkuat sinergi pembangunan desa untuk mendukung persiapan ini.
“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan,” kata Anwar Hafid.
Pemerintah daerah akan terus memantau kesiapan wilayah tersebut sebelum mengusulkan pembentukan atau penetapan Umbele sebagai ibu kota kecamatan kepada pemerintah pusat. Jika kondisi memungkinkan, usulan ini akan segera dibawa bersama Ketua DPRD ke pemerintah pusat.
Anwar menilai pembangunan infrastruktur melalui TMMD berperan vital dalam mempersiapkan Umbele untuk pengembangan lebih lanjut. Melalui TMMD perkuat sinergi pembangunan desa, diharapkan Umbele dapat lebih siap menjadi pusat ekonomi baru.
“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
TMMD ke-123, yang berlangsung dari 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, telah melaksanakan berbagai program pembangunan di Umbele. Ini termasuk pemasangan jaringan air bersih sepanjang 7 kilometer antarpulau dan pembukaan jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton. Ini membuktikan bahwa TMMD perkuat sinergi pembangunan desa dengan hasil nyata.
Selain itu, program TMMD juga membangun tiga unit MCK, tiga ruang terbuka hijau (RTH), merehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, serta penanaman mangrove. Program nonfisik seperti penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana juga turut dilaksanakan untuk mendukung kemajuan desa secara holistik.
Anwar Hafid memberikan apresiasi tinggi kepada Kodam XXIII/Palaka Wira atas kontribusinya dalam pembangunan Sulawesi Tengah. Meskipun berusia muda, Kodam ini dinilai telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat, menegaskan bahwa TMMD perkuat sinergi pembangunan desa sangat efektif.
“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” kata Anwar Hafid.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di wilayah kepulauan merupakan komitmen untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan. Pembangunan yang didorong TMMD ini menjadi wujud nyata kecintaan kepala daerah kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil.





