NAGEKEO, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah Gempa Dangkal M7,0 Nagekeo mengguncang wilayah laut di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58.23 WIB atau 05.58.23 WITA.
Berdasarkan data resmi BMKG, episenter Gempa Dangkal M7,0 Nagekeo berlokasi 38 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo, tepatnya pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer, menjadikannya Gempa Dangkal M7,0 Nagekeo.
Peringatan dini tsunami dikeluarkan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur. Pemodelan BMKG menunjukkan bahwa wilayah Ngada bagian utara berstatus WASPADA, dengan estimasi waktu tiba gelombang pada pukul 05.01.23 WIB atau 06.01.23 WITA. Masyarakat diimbau untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,0 yang tergolong Gempa Dangkal M7,0 Nagekeo ini berpotensi memicu gelombang tsunami. Meskipun demikian, informasi mengenai dampak dan potensi bahaya masih terus diperbarui oleh BMKG.
Masyarakat di sekitar pesisir diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi terkait kerusakan, korban jiwa, atau gempa susulan belum tersedia secara terverifikasi dari pihak terkait seperti BNPB atau BPBD setempat pada saat laporan ini disusun.
Sebelumnya, pada 02 Agustus 2026, wilayah Nagekeo juga diguncang gempa M4,7 dengan kedalaman 11 kilometer. Meski demikian, belum ada analisis resmi dari ahli kegempaan BMKG yang mengaitkan hubungan sebab-akibat antara kedua gempa tersebut.
Warga yang berada di wilayah pesisir diimbau untuk segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat atau melihat tanda-tanda air laut surut secara tidak biasa, tanpa menunggu instruksi resmi.






