TURIN, NARASITAJuventus akhirnya mendapatkan penjaga gawang baru, Guglielmo Vicario, dari Tottenham Hotspur. Kedatangan Vicario menjadi solusi bagi klub setelah enam upaya mendatangkan kiper top lainnya gagal sepanjang bursa transfer musim panas 2026. Transfer Guglielmo Vicario ini dilakukan dengan skema pinjaman senilai €8 juta.

Kebutuhan Juventus akan penjaga gawang baru memang mendesak. Sebelumnya, manajemen Juventus telah mencoba mendekati sejumlah nama besar. Pada Mei 2026, Alisson Becker sempat didekati namun gagal. Kemudian, Emiliano “Dibu” Martínez menjadi pilihan utama namun batal karena mengalami cedera jari yang membuatnya absen tiga bulan.

Upaya Juventus untuk mendapatkan kiper juga berlanjut ke nama lain. Mile Svilar dari AS Roma ditolak mentah-mentah pada akhir Juni. Permintaan harga fantastis sebesar €50 juta oleh Atalanta untuk Marco Carnesecchi membuat Juventus mundur. Bahkan, Zion Suzuki menolak tawaran karena tidak ingin menjadi cadangan, dan akhirnya berlabuh ke Aston Villa. Terakhir, Benfica meminta pinjaman dengan kewajiban beli €35 juta untuk Anatoliy Trubin, harga yang tidak mampu dipenuhi Juventus.

Guglielmo Vicario, yang kini berusia 30 tahun, menjadi opsi paling realistis. Penjaga gawang asal Italia ini dipinjam dari Tottenham Hotspur dengan biaya €8 juta. Skema ini dianggap sebagai langkah cerdas mengingat kondisi finansial klub yang terbatas. Kedatangan Guglielmo Vicario diharapkan dapat memberikan stabilitas di bawah mistar gawang.

Bagi Vicario, ini adalah kesempatan untuk kembali berkompetisi di Serie A dan membuktikan kemampuannya di klub sebesar Juventus. Sementara itu, bagi Tottenham, melepas Vicario berarti mengurangi daftar pemain yang bukan lagi pilihan utama di skuad mereka.

Media Italia menyebut keputusan Juventus mendatangkan Guglielmo Vicario sebagai pilihan ketujuh yang akhirnya menjadi solusi. Hal ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar, apakah Vicario cukup layak menjadi solusi jangka panjang setelah sederet target utama gagal didapatkan Juventus.