TURIN, NARASITA – Kedatangan Guglielmo Vicario ke Juventus memicu efek domino Vicario yang signifikan di posisi penjaga gawang menjelang musim 2026/27. Situasi ini membuat dua kiper senior, Mattia Perin dan Michele Di Gregorio, santer dikabarkan akan mencari pelabuhan baru.

Mattia Perin, yang kini berusia 33 tahun, dilaporkan sedang mempertimbangkan tawaran serius dari Palermo, klub Serie B yang dilatih oleh Filippo Inzaghi. Kabar ini muncul pertengahan Agustus 2026, yang mengindikasikan bahwa Perin mencari kesempatan bermain reguler di luar Juventus.

Sementara itu, Michele Di Gregorio, kiper berusia 28 tahun, menjadi target utama Olympique Marseille dari Ligue 1. Informasi menyebutkan bahwa sudah ada kesepakatan personal antara Di Gregorio dan klub Prancis tersebut. Namun, kesepakatan final dengan Juventus belum tercapai.

Jika kedua kiper tersebut, Mattia Perin dan Michele Di Gregorio, benar-benar hengkang, Juventus mau tidak mau harus segera mendatangkan setidaknya satu kiper lagi sebagai pelapis. Kedatangan Vicario memang mengamankan posisi kiper utama, tetapi kedalaman skuad tetap penting.

Dua nama yang muncul sebagai kandidat kuat adalah Emil Audero dan Vanja Milinkovic. Emil Audero, kiper berdarah Indonesia yang merupakan jebolan Primavera Juventus, menjadi pilihan menarik karena statusnya sebagai homegrown player. Opsi lainnya adalah Vanja Milinkovic, kiper dari Napoli.

Nicolò Schira, seorang jurnalis olahraga, mengomentari situasi ini. Ia menekankan bagaimana efek domino Vicario ini bergerak cepat di bursa transfer.

“Perin sedang mempertimbangkan tawaran besar dari Palermo, sementara Di Gregorio sudah sepakat dengan Marseille namun belum dengan Juventus,” kata Nicolò Schira.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa satu transfer besar seperti kedatangan Guglielmo Vicario dapat memicu serangkaian perubahan signifikan dalam struktur skuad. Bagi Juventus, keputusan mengenai kiper cadangan harus segera diambil untuk memastikan kesiapan tim menghadapi musim baru.