PARIGI MOUTONG, NARASITA – Bencana banjir Toboli Barat yang melanda Dusun 1 dan 2, Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Rabu (26/08) pagi mengakibatkan setidaknya 350 Kepala Keluarga (KK) mengalami krisis air bersih. Banjir tersebut merusak infrastruktur pengolahan dan distribusi air bersih di wilayah tersebut.
Banjir terjadi sekitar pukul 06.00 WITA setelah hujan deras mengguyur hulu sungai. Derasnya aliran air membawa material tanah, batu, dan kayu yang kemudian merusak jaringan perpipaan air bersih dan sistem pengolahan air warga. Kejadian banjir Toboli Barat ini pertama kali dilaporkan pada Kamis (27/08) pukul 14.50 WITA.
Selain berdampak pada pasokan air bersih, banjir Toboli Barat juga merendam sekitar 10 hektar lahan perkebunan dan pertanian milik warga. Meskipun demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsi akibat insiden ini, karena banjir telah surut tak lama setelah kejadian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen awal di lokasi banjir Toboli Barat. Koordinasi terus dilakukan untuk segera mengatasi kebutuhan mendesak masyarakat, yaitu pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, menyatakan bahwa penanganan cepat terhadap dampak banjir Toboli Barat menjadi prioritas utama. “Masyarakat sangat membutuhkan pasokan air bersih secepatnya. Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan dan memperbaiki fasilitas yang rusak,” kata Asbudianto.
Situasi terkini di Desa Toboli Barat menunjukkan bahwa meskipun banjir telah surut, warga masih menanti ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sumber informasi ini berasal dari TRC & PUSDALOPS BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong.






