MILAN, NARASITA – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun kualitas skuad AC Milan yang solid dan stabil untuk jangka panjang, bukan sekadar menumpuk pemain. Pernyataan ini disampaikan Amorim pasca-pertandingan melawan Venezia pada musim 2026/27, di tengah spekulasi tentang kebutuhan transfer.
Amorim menggarisbawahi pentingnya pengelolaan skuad yang efisien. Ia berpendapat bahwa memiliki terlalu banyak pemain justru akan menyulitkan proses latihan dan pengembangan tim. Strategi ini diharapkan dapat membentuk fondasi yang kuat bagi Rossoneri dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Menurut Amorim, tim yang baik tidak lahir dari jumlah pemain yang banyak, melainkan dari pengelolaan yang terarah dan kesempatan yang merata bagi setiap individu. Fokus pada kualitas skuad AC Milan dinilai lebih krusial dibanding sekadar memenuhi daftar nama.
“Saya sangat senang dengan skuad yang saya miliki. Mustahil untuk berlatih dengan 27 pemain,” kata Ruben Amorim, merujuk pada batasan jumlah pemain yang ideal baginya.
Pelatih asal Portugal itu juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pemain muda. Nama-nama seperti Camarda, Cisse, Sael, Hutchinson, dan Vladimirov menjadi sorotan utama dalam rencana jangka panjangnya. Kebijakan ini merupakan bagian integral dari upaya Amorim untuk meningkatkan kualitas skuad AC Milan.
“Untuk memenangkan trofi, Anda harus tahu cara melakukan perubahan. Kita sedang membangun sesuatu untuk empat atau lima tahun ke depan,” tegas Amorim.
Meski sadar akan risiko kekurangan opsi di beberapa posisi, Amorim yakin pada proses dan potensinya untuk menciptakan kualitas skuad AC Milan yang kompetitif. Transfer tambahan, jika memang diperlukan, akan ditunda hingga jendela Januari.
“Pemikiran pertama saya adalah bahwa kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saya merasa kami masih jauh dari tingkat yang dibutuhkan untuk menjadi tim yang benar-benar hebat,” kata Ruben Amorim pasca-laga kontra Venezia, 02/09.





