SEVILLA, NARASITA – Gelandang muda Pablo Garcia Real Betis resmi meninggalkan klub yang membesarkannya untuk bergabung dengan Racing Santander pada 31 Agustus 2026, di hari terakhir bursa transfer musim panas. Perpisahan emosional ini diwarnai air mata, baik dari Garcia maupun keluarganya, saat meninggalkan fasilitas klub di Sevilla.

Pemain berusia 20 tahun itu, yang telah berada di akademi Betis sejak usia enam tahun, memutuskan untuk mencari tantangan baru demi mendapatkan lebih banyak menit bermain. Kepindahan Pablo Garcia Real Betis ke Racing Santander menjadi salah satu kabar paling menyentuh di penutupan jendela transfer.

Sempat beredar rumor bahwa kepindahan Garcia dipicu kebutuhan ruang gaji untuk transfer Dani Ceballos. Namun, Presiden Betis, Ángel Haro, dengan tegas membantah isu tersebut. Haro menjelaskan bahwa keputusan untuk pindah murni datang dari Garcia sendiri.

“Pemain sendiri yang meminta untuk pergi agar mendapat lebih banyak menit bermain,” kata Ángel Haro, Presiden Real Betis.

Garcia, yang berposisi sebagai gelandang serang, tidak dapat menahan tangisnya saat berbicara kepada media. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada klub dan seluruh staf, serta mendoakan yang terbaik bagi Betis di ajang Liga Champions mendatang.

“Saya berterima kasih kepada Betis dan berharap mereka sukses di Liga Champions,” kata Pablo Garcia dengan terisak.

Adegan perpisahan yang mengharukan ini turut disaksikan oleh orang tua Garcia, yang juga terlihat menitikkan air mata. Perpisahan Pablo Garcia Real Betis ke Racing Santander menandai akhir dari 15 tahun perjalanan sang pemain bersama tim berjuluk Los Verdiblancos tersebut.

Bagi Racing Santander, kedatangan Garcia tentu menjadi tambahan talenta muda yang menjanjikan dengan pengalaman dari salah satu akademi terbaik di Spanyol. Sementara bagi Betis, perpisahan ini berarti kehilangan aset berharga yang tumbuh dari sistem pembinaan mereka.