PALU, NARASITA – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyoroti urgensi kaderisasi ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Kota Palu. Imelda menegaskan perlunya persiapan generasi penerus agar tongkat estafet kepemimpinan tidak terhenti di generasi sekarang, mengingat setiap ASN akan memasuki masa purna tugas.
Pernyataan ini disampaikan Imelda saat membuka Rapat Kerja Dewan Pengurus KORPRI Kota Palu Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Best Western Coco Palu pada Jumat, 04/09. Ia menekankan bahwa pengetahuan, pengalaman, dan nilai kerja dari ASN senior wajib ditransfer kepada generasi berikutnya untuk keberlanjutan pembangunan.
“Bagaimana ASN betul-betul dimodali dan dibekali. Kita akan selesai dan masuk masa pensiun. Apakah di bawah kita sudah dikader?” kata Imelda dalam sambutannya, menekankan pentingnya kaderisasi ASN.
Menurutnya, tantangan pembangunan Kota Palu di masa depan memerlukan aparatur yang tidak hanya mampu menjalankan tugas saat ini, tetapi juga siap melanjutkan kepemimpinan dan pelayanan publik. Kaderisasi ASN menjadi kunci dalam mempersiapkan hal tersebut.
Imelda juga mengaitkan kebutuhan kaderisasi ASN ini dengan target Indonesia memasuki era generasi emas pada 2045. Ia berpendapat bahwa Kota Palu harus menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghadapi perubahan dan perkembangan kota di masa depan.
“Tahun 2045 kita masuk generasi emas, Kota Palu masuk sebagai kota global. Tetapi kalau tidak dipersiapkan dengan baik, itu percuma,” ujarnya, menyoroti pentingnya kaderisasi ASN sejak dini.
Imelda mengamati bahwa ASN muda di lingkungan Pemerintah Kota Palu memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu, ASN senior didorong untuk tidak hanya fokus pada tugas masing-masing, tetapi juga membimbing dan memberikan kesempatan kepada generasi muda.
Ia mendorong para ASN senior agar mulai memberikan ruang bagi pegawai muda untuk belajar melalui penugasan dan pengalaman langsung di lapangan.
“Persiapkannya bagaimana? Tugaskan mereka, karena mereka pemegang tongkat estafet ke depannya,” tegas Imelda.
Proses kaderisasi ASN, menurutnya, tidak cukup hanya melalui teori. Pegawai muda perlu diberi kesempatan untuk memikul tanggung jawab agar mendapatkan pengalaman nyata sebelum menerima tugas yang lebih besar.
“Siapkanlah mereka, kader-kader yang di bawah. Saya yakin mereka potensial, selagi kita mengarahkan mereka. Jangan kita sudah di atas tidak mau transfer ilmu,” ungkapnya.
Pesan mengenai kaderisasi ASN ini disampaikan Imelda dalam Rapat Kerja Dewan Pengurus KORPRI Kota Palu yang salah satu agendanya adalah mengevaluasi program sebelumnya dan menyusun program kerja berikutnya. Imelda berharap rapat kerja ini dapat menghasilkan program yang jelas, terarah, terukur, dan bermanfaat.
“Rapat kerja jangan hanya menjadi momen berkumpul, tetapi harus menghasilkan program yang jelas,” katanya.
Ia juga meminta pengurus KORPRI untuk melakukan evaluasi secara terbuka terhadap program yang telah berjalan guna mengidentifikasi hal-hal yang perlu dipertahankan atau diperbaiki.
“Jangan jadikan rapat kerja ini hanya menggugurkan kewajiban, tetapi betul-betul mengevaluasi program sebelumnya dan menghasilkan program kerja yang baik ke depannya,” tambah Imelda.
Selain kaderisasi ASN, Imelda juga mengingatkan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan pemerintahan. Pembangunan Kota Palu membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah dan keterlibatan bersama.
“Kita punya andil bersama. Jangan ada ego sektoral,” tegasnya.
Rapat kerja KORPRI Kota Palu diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi dan kapasitas ASN, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan anggota serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kota Palu.





