TURIN, NARASITA – Klub raksasa Serie A Italia, Juventus, diprediksi akan menghadapi jadwal Eropa paling berat Juventus pada musim 2026/27. Menurut perhitungan media olahraga Italia, Tuttosport, Bianconeri menjadi tim Italia yang paling terdampak jadwal kompetisi Eropa, dengan waktu istirahat sangat terbatas sejak fase awal turnamen.

Analisis Tuttosport menunjukkan bahwa total waktu istirahat yang tersedia bagi skuad Juventus sepanjang periode kompetisi Eropa hanya 666 jam 30 menit. Angka ini semakin menyusut drastis menjadi hanya 283 jam 45 menit setelah pertandingan Eropa pertama dimainkan, menyoroti betapa padatnya jadwal Eropa paling berat Juventus tersebut.

Kondisi ini menuntut persiapan fisik dan mental yang luar biasa dari para pemain serta staf pelatih. Risiko kelelahan dan cedera pemain diperkirakan akan meningkat signifikan, sehingga strategi rotasi skuad yang cerdas akan menjadi kunci utama bagi pelatih Luciano Spalletti untuk menjaga performa tim.

Jadwal padat ini tidak hanya menguji ketahanan fisik para pemain, tetapi juga mentalitas dan konsistensi tim dalam menghadapi tekanan. Manajemen recovery pemain harus optimal agar Juventus tetap kompetitif di ajang domestik Serie A maupun kompetisi Eropa.

“Total waktu istirahat Juventus hanya 666 jam 30 menit, paling sedikit di antara klub Italia,” kata laporan Tuttosport.

“Setelah laga Eropa pertama, recovery menyusut menjadi 283 jam 45 menit,” lanjut Tuttosport. Hal ini menempatkan Juventus di posisi paling sulit dibandingkan rival-rivalnya di Italia.

Dengan jadwal Eropa paling berat Juventus ini, dukungan penuh dari para penggemar dan manajemen klub akan sangat krusial. Bagaimana Juventus menghadapi tantangan ini akan menjadi sorotan utama di musim 2026/27.