SEMARANG — Narasita- Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah memperketat pengawasan pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1448 Hijriah/2027 Masehi.
Pengawasan dilakukan dengan menempatkan tim pemantau Itjen di sejumlah lokasi pelaksanaan CAT. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.
Dikutip dari akun resmi Kementerian Haji dan Umrah, pengawasan internal tersebut dipimpin Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Dendi Suryadi bersama jajaran Itjen di berbagai lokasi pelaksanaan CAT.
Ketua Tim Pemantau Itjen yang bertugas di Semarang, Agus Puji, mengatakan pengawasan difokuskan pada sejumlah aspek, termasuk pencegahan praktik suap, gratifikasi, dan percaloan.
“Fokus utama monitoring adalah memastikan pelaksanaan seleksi PPIH dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel. Tidak ada praktik suap, gratifikasi maupun percaloan,” ujar Agus saat memantau pelaksanaan CAT di BKN Semarang, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Agus, keterbukaan informasi juga menjadi perhatian dalam proses seleksi. Tahapan dan hasil CAT disampaikan melalui kanal media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah sehingga masyarakat dapat memantau proses seleksi.
Pelaksanaan CAT turut melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Keterlibatan BKN ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tes yang profesional dan sesuai ketentuan.
Selain proses ujian, Itjen memantau kesiapan sarana dan prasarana agar memenuhi standar pelayanan. Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah kecurangan serta memastikan dokumentasi hasil seleksi dapat ditampilkan secara langsung.
Agus menilai pelaksanaan CAT di BKN Semarang berjalan baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Untuk catatan pelaksanaan CAT di BKN Semarang sudah baik dan sesuai dengan SOP,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga integritas selama mengikuti seleksi. Peserta diminta mengandalkan kemampuan sendiri dan mengikuti ujian secara jujur.
“Hasil ujian yang jujur menunjukkan kemampuan asli tanpa ada unsur kecurangan,” tegas Agus.
Pengawasan di sejumlah lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah menjaga kredibilitas seleksi PPIH Arab Saudi 1448 H/2027 M. Petugas yang terpilih diharapkan memiliki kompetensi dan integritas sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.





