[MADRID], NARASITA – Pertandingan antara Real Madrid vs Inter Milan kembali tersaji di Liga Champions malam ini, melanjutkan rivalitas panjang kedua klub raksasa Eropa. Sepanjang sejarah kompetisi elite benua biru, Real Madrid dan Inter Milan telah bersua sebanyak 19 kali, dengan Real Madrid unggul tipis meraih 10 kemenangan berbanding 7 kemenangan milik Inter, serta 2 pertandingan berakhir imbang.

Pertemuan Real Madrid vs Inter Milan selalu sarat sejarah dan drama, termasuk final legendaris European Cup 1964. Kala itu, Inter Milan berhasil menundukkan Real Madrid dengan skor 3-1, berkat dua gol dari Sandro Mazzola dan satu gol dari Aurelio Milani. Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen ikonik dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Rivalitas Real Madrid vs Inter Milan kembali memanas di semifinal European Cup 1965/66, di mana Real Madrid berhasil membalas kekalahan dengan kemenangan agregat 1-0. Dominasi Inter Milan sempat kembali terlihat di perempat final 1966/67 dengan agregat 3-0, sebelum Real Madrid kembali unggul di semifinal 1980/81 dengan agregat 2-1.

Memasuki era UEFA Cup, Real Madrid menunjukkan keunggulannya atas Inter Milan. Real Madrid berhasil menyingkirkan Inter di semifinal musim 1984/85 dengan agregat 3-2. Dominasi tersebut berlanjut pada semifinal musim berikutnya, 1985/86, di mana Real Madrid kembali menang dengan agregat 6-4.

Di era Liga Champions modern, Real Madrid vs Inter Milan menjadi duel yang didominasi oleh klub asal Spanyol tersebut. Real Madrid berhasil meraih 5 kemenangan dari 6 pertemuan terakhir melawan Inter Milan. Termasuk empat kemenangan beruntun di fase grup musim 2020/21 dan 2021/22 dengan skor (3-2, 2-0, 1-0, 2-0).

Secara keseluruhan, rekor pertemuan Real Madrid vs Inter Milan mencatat total 19 pertandingan. Real Madrid mengoleksi 10 kemenangan, Inter Milan 7 kemenangan, dan 2 pertandingan berakhir seri. Real Madrid juga unggul dalam selisih gol, dengan mencetak 28 gol berbanding 21 gol milik Inter Milan.

Menjelang pertandingan malam ini, Real Madrid menghadapi krisis cedera pemain kunci, termasuk absennya Arda Güler dan Bernardo Silva, memaksa pelatih untuk mengandalkan lini tengah alternatif. Sementara itu, Inter Milan yang dibesut Cristian Chivu, datang dengan rekor sempurna di Serie A, meraih 3 kemenangan beruntun, termasuk comeback dramatis 3-2 atas Napoli.

Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi Real Madrid untuk menjaga tradisi selalu menang di laga pembuka Liga Champions selama 5 musim terakhir. Bagi Inter Milan, ini adalah kesempatan emas untuk memutus dominasi Real Madrid di era modern dan memberikan kejutan. Duel emosional antara mantan rekan satu tim yang kini menjadi pelatih, yakni Jose Mourinho (Madrid) dan Cristian Chivu (Inter), turut menambah tensi tinggi laga klasik ini.

Pertemuan Real Madrid vs Inter Milan malam ini bukan sekadar laga pembuka, melainkan kelanjutan rivalitas panjang di panggung Eropa. Real Madrid unggul tipis dalam rekor head-to-head, namun Inter Milan memiliki sejarah kemenangan besar yang patut diwaspadai. Pertandingan ini diprediksi akan menyajikan drama seru dan emosional di Stadion Santiago Bernabéu.