PALU, NARASITA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadikan program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah sebagai strategi utama dalam menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menargetkan ribuan unit rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Sulawesi Tengah, Akris Fatah Yunus, menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Sulteng pada tahun 2025 masih berada di atas rata-rata nasional. Oleh karena itu, program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah menjadi fokus perhatian.

“Angka kemiskinan di Sulawesi Tengah tahun 2025 sekitar 10,52 persen, sementara nasional 8,47 persen,” kata Akris dalam konferensi pers mengenai capaian program BERANI, Kamis (10/09).

Pemerintah daerah berupaya keras menurunkan angka tersebut dengan menyasar kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya adalah penyediaan rumah layak huni melalui program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan.

Program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah secara khusus menyasar masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, terutama keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Data menunjukkan masih banyak rumah yang memerlukan perhatian.

Berdasarkan data yang dipaparkan Akris, terdapat sekitar 80.694 rumah pada kelompok desil 1-4 yang masuk kategori tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Angka ini menjadi dasar perencanaan program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

“Fokus kami adalah bagaimana menyisir rumah tidak layak huni, khususnya masyarakat desil 1 sampai desil 4,” ujarnya.

Akris menjelaskan, program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah dilakukan melalui dua skema utama, yakni peningkatan kualitas atau rehabilitasi dan pembangunan rumah baru. Kedua skema ini disesuaikan dengan kondisi rumah.

Rehabilitasi diberikan terhadap rumah yang masih dapat dipertahankan, tetapi memiliki bagian bangunan yang perlu diperbaiki, seperti atap atau dinding. Sementara pembangunan baru dilakukan untuk rumah yang kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk direhabilitasi.

Untuk program pembangunan baru pada tahun 2026, rumah yang dibangun berukuran sekitar 6 x 6 meter dengan satu kamar dan fasilitas dasar. Anggaran pembangunan ditetapkan sekitar Rp80 juta per unit dan berlaku untuk kabupaten/kota yang menjadi sasaran program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

Akris mengatakan target awal program dalam rencana strategis 2026 sebanyak 100 unit. Namun, pemerintah menargetkan realisasi mencapai sekitar 124  unit rumah melalui program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

Untuk program yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2026, dialokasikan sekitar Rp7,84 miliar untuk pembangunan 85 rumah baru dan rehabilitasi 39 rumah. Ini menjadi bagian dari upaya program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

Dari total rumah yang ditangani melalui program tersebut, kelompok desil 1 menjadi sasaran terbesar dengan porsi sekitar 44 persen. Selanjutnya, desil 2 sebesar 31 persen, desil 3 sebesar 13 persen, dan desil 4 sebesar 12 persen.

Akris menambahkan, pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, serta pengembang untuk memperluas penanganan rumah tidak layak huni. Ini menunjukkan komitmen luas untuk program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

Pada tahun 2025, penanganan rumah berasal dari berbagai sumber pendanaan, termasuk APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, APBN, serta kontribusi pengembang. Sementara pada tahun 2026, pemerintah memperkirakan jumlah rumah yang dapat ditangani akan terus meningkat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk untuk program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyiapkan perluasan program pada tahun 2027. Akris menyebut pemerintah provinsi berencana mengalokasikan penanganan sekitar 800 hingga 1.000 unit rumah melalui APBD Provinsi. Ini adalah langkah lanjutan untuk program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.

Program tersebut diharapkan turut mendukung target pemerintah daerah menurunkan angka kemiskinan Sulawesi Tengah agar semakin mendekati angka nasional.

“Ini menjadi target gubernur untuk mendorong bedah rumah dalam rangka mengejar target angka kemiskinan nasional,” kata Akris.

Selain rumah, pemerintah juga akan menyasar kawasan kumuh yang menjadi kewenangan provinsi. Penanganannya mencakup peningkatan kualitas rumah, fasilitas dasar, prasarana, utilitas, hingga akses jalan, yang juga akan didukung oleh semangat program BERANI Bedah Rumah Sulawesi Tengah.