COMO, NARASITA – Presiden Como, Mirwan Suwarso, dan pejabat klub mengambil keputusan inspiratif dengan mengalokasikan kursi untuk laga debut Liga Champions melawan RB Leipzig kepada suporter senior. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendukung setia yang telah menemani perjalanan panjang klub, termasuk saat di divisi bawah. Kebijakan ini menegaskan komitmen klub dalam menghargai loyalitas dan sejarah dukungan dari para penggemar.
Pertandingan debut Como di Liga Champions dijadwalkan pada September 2026 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia. Presiden Como Mirwan Suwarso ingin memastikan para suporter yang paling berhak merasakan momen bersejarah ini. Stadion Giuseppe Sinigaglia sendiri berkapasitas sekitar 13.000 penonton, dan alokasi kursi khusus ini menjadi perhatian publik.
Prioritas diberikan kepada fans berusia 76 tahun ke atas, atau mereka yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya. Kelompok ini termasuk suporter yang telah mengikuti Como sejak klub berlaga di Serie C dan Serie B. Kebijakan Presiden Como ini bertujuan untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi mereka yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah klub.
RB Leipzig, klub Bundesliga dengan pengalaman reguler di kompetisi Eropa, akan menjadi lawan pertama Como di fase grup Liga Champions. Pertandingan ini akan menjadi momen krusial bagi Como 1907 yang baru promosi ke Serie A pada musim 2024/25 dan kini akan menjalani debut di Liga Champions pada musim 2026/27.
“Ini adalah momen bersejarah. Kami ingin suporter yang telah menemani perjalanan panjang klub merasakan kebanggaan di panggung Eropa,” kata Mirwan Suwarso, Presiden Como.
Pejabat klub turut menambahkan bahwa keputusan ini merupakan wujud apresiasi. “Keputusan ini adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada generasi pendukung yang selalu ada, bahkan di masa sulit,” kata Pejabat klub.
Langkah yang diambil oleh Presiden Como ini bukan hanya sekadar pemberian tiket, tetapi sebuah pesan kuat tentang bagaimana klub menghargai loyalitas. Ini juga memperkuat ikatan emosional antara Como 1907 dan para penggemarnya. Kebijakan ini berpotensi menjadi contoh inspiratif bagi klub sepak bola lain di seluruh dunia.





