TURIN, NARASITA – Juventus diprediksi hanya akan menurunkan satu pemain Italia, Guglielmo Vicario, dalam starting XI mereka saat menghadapi Sassuolo dalam lanjutan Serie A giornata keempat pada September 2026. Keputusan ini menyoroti tren peningkatan dominasi pemain asing dalam skuad Bianconeri di bawah arahan pelatih Luciano Spalletti.
Pertandingan penting ini akan diselenggarakan di kandang Juventus, Allianz Stadium, Turin. Komposisi skuad yang sangat minim pemain lokal ini menjadi sorotan utama jelang laga tersebut, dengan Juventus satu pemain Italia sebagai satu-satunya representasi di lapangan.
Situasi ini muncul akibat cedera yang menimpa gelandang Manuel Locatelli dan bek Andrea Cambiaso. Selain itu, kepergian beberapa pemain Italia melalui bursa transfer turut berkontribusi pada komposisi tim saat ini. Oleh karena itu, Juventus satu pemain Italia mencerminkan strategi transfer dan kondisi kebugaran pemain.
Tim pelatih di bawah Luciano Spalletti diperkirakan akan menurunkan lebih dari 70% pemain asing dalam susunan sebelas pertama. Hal ini menjadikan Guglielmo Vicario, sang penjaga gawang, sebagai satu-satunya penggawa tim nasional Italia yang mengisi daftar starter.
Fenomena Juventus satu pemain Italia ini bukan yang pertama kali terjadi dalam sejarah klub. Terakhir kali Juventus hanya memiliki satu pemain Italia di starting XI adalah pada 28 Februari 2023, ketika Nicolò Fagioli menjadi satu-satunya perwakilan lokal di lapangan.
Kondisi ini mengindikasikan semakin besarnya ketergantungan Juventus pada talenta-talenta internasional untuk mengarungi kompetisi Serie A dan ajang lainnya. Tren ini juga menjadi cerminan perubahan filosofi klub dalam merekrut pemain di era kepelatihan Spalletti.
“Ini menandai kejadian pertama sejak 28 Februari 2023, ketika Nicolò Fagioli menjadi satu-satunya pemain Italia yang menjadi starter,” kata perwakilan dari Juventus 1897 Fans Club News.
Fakta bahwa Juventus satu pemain Italia di starting XI menandai pergeseran signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi klub kini lebih memprioritaskan kualitas pemain tanpa memandang asal kebangsaan, meskipun ada kekhawatiran tentang identitas Italia dalam skuad.





