JAKARTA, NARASITA – Tim peneliti keamanan siber Zimperium baru-baru ini mengungkap keberadaan malware Android baru bernama Mantax Otax, yang secara spesifik menargetkan pengguna di Indonesia. Malware berbahaya ini memiliki kemampuan untuk mencuri data sensitif, termasuk informasi finansial dan privasi, mengancam keamanan digital jutaan pengguna ponsel pintar di Tanah Air.

Penemuan Mantax Otax, yang teridentifikasi pada 12 September 2026, menimbulkan kekhawatiran serius. Varian V1 dan V2 dari malware ini didistribusikan melalui file APK berbahaya yang di-hosting di luar Google Play Store. Modus penyebarannya melibatkan taktik phishing dan rekayasa sosial, memancing korban untuk mengunduh dan menginstal aplikasi palsu.

Salah satu kemampuan paling meresahkan dari Mantax Otax adalah kemampuannya untuk mengintip percakapan di aplikasi populer seperti WhatsApp dan Telegram. Ini dilakukan dengan memanfaatkan Accessibility Service pada perangkat Android, memungkinkan malware untuk membaca isi pesan secara langsung. Selain itu, malware ini juga sanggup mencuri kode OTP (One-Time Password) dan PIN yang dikirimkan melalui SMS, membuka celah bagi pelaku untuk mengakses akun perbankan dan melakukan transaksi ilegal.

Tidak hanya itu, Mantax Otax juga dilengkapi fitur ransomware yang dapat mengenkripsi file pada perangkat Android versi 9 ke bawah, dengan menambahkan ekstensi ‘.enc’ pada nama file korban. Fitur spyware-nya juga sangat ekstensif, meliputi perekaman layar, pengambilan foto dari kamera depan dan belakang, akses kontak, log panggilan, hingga riwayat penjelajahan web pengguna. Dalam beberapa kasus, malware ini bahkan dapat menampilkan video layar penuh dan gambar jumpscare untuk mengganggu psikologis korban.

Kerentanan terhadap Mantax Otax sangat tinggi bagi pengguna Android, terutama yang masih menggunakan versi lawas. Domain server Command and Control (C2) malware ini, yang berakhiran ‘.otax.fun’, dikendalikan melalui platform GitHub, memungkinkan operator untuk mengubahnya kapan saja. Ini membuat pelacakan dan pemblokiran menjadi lebih sulit.

Untuk melindungi diri dari ancaman Mantax Otax dan malware sejenis, para ahli keamanan siber menyarankan beberapa langkah pencegahan. Pertama, selalu unduh aplikasi resmi hanya dari Google Play Store. Kedua, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun WhatsApp dan perbankan Anda untuk lapisan keamanan tambahan. Ketiga, tetap waspada terhadap pesan atau tautan mencurigakan yang berpotensi menjadi jebakan phishing. Terakhir, pastikan sistem operasi Android Anda selalu diperbarui ke versi terbaru untuk meminimalkan risiko eksploitasi kerentanan.