MANCHESTER, NARASITA – Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, kembali menjadi sorotan tajam setelah performa minimnya dalam Derby Manchester melawan Manchester City pada pertengahan September 2026. Pergerakan Rashford Derby Manchester dianggap mudah terbaca, membuat kontribusinya tidak signifikan di laga penting tersebut.
Laga Premier League yang digelar di Old Trafford ini berakhir dengan kritik keras terhadap Rashford. Bek Manchester City, Marc Guehi, berhasil mematahkan setiap upaya serangan yang dilancarkan Rashford sepanjang pertandingan. Satu-satunya peluang nyata Rashford hanyalah tendangan bebas yang membentur tiang gawang, bukan hasil dari akselerasi atau pergerakan di lapangan.
Keputusan manajer Manchester United, Michael Carrick, untuk tetap memainkan Rashford hingga menit ke-83 juga menuai pro dan kontra. Banyak pihak menilai Carrick mengulang kesalahan yang sering dilakukan pendahulunya, Ole Gunnar Solskjaer, yaitu memberikan kepercayaan berlebih pada pemain lokal Manchester United tanpa melihat performa aktual di lapangan. Kebiasaan ini dianggap merugikan tim dan momentum positif yang telah dibangun.
“Sepanjang laga Rashford hanya modal lari dan semangat, itupun dipatahkan Guehi,” ujar seorang analisis pasca laga, menyoroti kurangnya efektivitas Rashford Derby Manchester.
Padahal, lini serang Manchester United musim lalu terbukti cukup tajam bahkan tanpa kehadiran Rashford Derby Manchester yang maksimal, dengan fokus perbaikan justru pada lini tengah dan bek kiri. Performa Rashford di laga ini disebut-sebut merusak rentetan kemenangan MU yang dibangun di bawah asuhan Carrick, yang menggantikan Amorim.
Kritik juga datang dari pengamat, yang menilai keputusan Carrick mempertahankan Rashford Derby Manchester adalah bentuk keberpihakan. “Carrick seperti mengulang kebiasaan Solskjaer, hanya karena pemain lokal asli Manchester,” kritik pengamat, menyinggung dugaan favoritisme.
Situasi ini menimbulkan tekanan besar bagi Rashford untuk membuktikan diri layak menjadi pilihan utama di lini serang Setan Merah. Bagi Manchester United, performa ini mengganggu momentum kemenangan dan memunculkan perdebatan sengit di kalangan penggemar tentang siapa yang pantas mengisi lini serang utama tim.
Kini, keputusan Carrick akan terus disorot, terutama jika performa Rashford tidak kunjung membaik. Tekanan terhadap sang pemain dan manajer akan semakin besar untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan memang layak.





