PALU, NARASITA – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulteng masa bakti 2026–2031 untuk bersinergi dengan pemerintah. Sinergi ini difokuskan pada upaya peningkatan Investasi dan Hilirisasi, serta pengembangan potensi ekonomi daerah yang dimiliki Sulawesi Tengah.

Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menjelaskan, Sulawesi Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari nikel, pertanian, perkebunan, perikanan, kelapa, kakao, durian, hingga rumput laut. Potensi ini menjadi modal utama untuk mendorong Investasi dan Hilirisasi. Ia menegaskan, pengembangan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan sektor pertambangan saja, melainkan juga harus serius menggarap pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat menghargai dan akan melakukan kolaborasi dengan KADIN pusat maupun KADIN Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Reny A. Lamadjido, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2026–2031 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (16/9).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pencetakan sawah baru sekitar 3.000 hektare sebagai upaya memperkuat produksi pangan. Target ini merupakan bagian dari visi menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya hilirisasi produk pertambangan agar komoditas yang dihasilkan tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi, ini sejalan dengan upaya peningkatan Investasi dan Hilirisasi.

“Kalau nikel dan lain-lain, kita tidak melakukan lagi ekspor yang setengah jadi. Tapi harus sudah jadi full. Karena kalau dia berada di mulut tambang dan berada di mulut industri, itu berbeda harga,” jelas Reny A. Lamadjido.

Reny A. Lamadjido juga menyoroti potensi besar komoditas durian Sulawesi Tengah yang telah memiliki pasar. Potensi ini perlu diiringi dengan penguatan i, pengolahan, serta rantai pasok agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pemprov Sulteng terbuka terhadap investor yang masuk, asalkan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah. Hal ini merupakan bagian integral dari strategi I yang lebih besar.

“Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” ucap Reny A. Lamadjido.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan ekonomi, Wagub juga menyampaikan rencana pertemuan sekitar 1.000 UMKM se-Sulawesi Tengah pada 28 September mendatang. Kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku UMKM agar lebih siap memasuki pasar ekspor melalui penguatan kapasitas dan akses pasar, yang akan mendukung keberlanjutan   di tingkat lokal.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Reny A. Lamadjido menyampaikan apresiasi kepada Ketua KADIN Sulawesi Tengah Ir. Gufran Ahmad, beserta jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan KADIN periode 2026–2031 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun iklim usaha yang semakin terbuka, serta mendorong lahirnya berbagai peluang ekonomi baru yang didukung oleh i. “Kita bersama-sama, bergandengan tangan, bersinergitas antara Provinsi Sulawesi Tengah dan KADIN Provinsi Sulawesi Tengah,” ajaknya.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah H. Mohammad Arus Abdul Karim, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, Ketua FKUB Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, para Kepala OPD, unsur Forkopimda, pimpinan badan usaha dan industri, jajaran KADIN, serta pemangku kepentingan lainnya.