ROMA, NARASITA – Legenda sepak bola Gianluigi Buffon baru-baru ini mengungkap kisah emosionalnya bersama Juventus, terutama saat klub memasuki era baru di bawah kepemimpinan Andrea Agnelli, Giuseppe Marotta, dan Fabio Paratici. Mantan kiper timnas Italia ini merasa sempat menjadi beban klub karena cedera parah, namun kemudian menemukan kembali kepercayaan diri setelah pertemuan krusial dengan manajemen Juventus pada September 2026, seperti yang dikutip oleh Corriere dello Sport.
Pada masa awal era baru manajemen Juventus tersebut, Buffon tengah berjuang memulihkan diri dari cedera. Kondisi ini membuatnya merasa tidak berdaya dan seolah menjadi beban bagi klub yang sangat ia cintai, meskipun sebelumnya ia pernah menunjukkan loyalitas luar biasa dengan bertahan saat Juventus terdegradasi ke Serie B.
“Saya hampir merasa seolah-olah saya menjadi beban bagi klub saat itu, yang membuat saya merasa sedih karena saya sangat dekat dengan Juventus,” kata Gianluigi Buffon, dalam wawancaranya.
Situasi sulit ini berubah drastis setelah Buffon bertemu langsung dengan Andrea Agnelli dan jajaran manajemen baru. Dukungan serta apresiasi yang diberikan oleh manajemen Juventus membuat Buffon kembali merasa dihargai dan menjadi bagian penting dari tim. Dari momen inilah, kisah Buffon bersama Juventus seolah dimulai kembali, menjadi pilar kebangkitan klub.
“Kemudian saya bertemu dengan Agnelli dan manajemen yang mengubah situasi tersebut. Sejak saat itu, kisah saya dimulai lagi,” tambah Gianluigi Buffon.
Pengalaman Buffon ini tidak hanya menegaskan ikatan kuatnya dengan Juventus, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan manajemen di bawah Andrea Agnelli, Giuseppe Marotta, dan Fabio Paratici dalam membangun kembali kepercayaan serta loyalitas para legenda klub. Kisah ini juga menjadi inspirasi bagi para penggemar tentang arti kesetiaan dan perjuangan dalam dunia sepak bola.





