BANGGAI LAUT, NARASITA – Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang nelayan hilang di Banggai Laut bernama La Ane pada Rabu (21/10). Keputusan ini diambil setelah tim menyisir perairan Pulau Burung dan tidak menemukan tanda kehadiran korban hingga hari kelima pelaksanaan operasi.
Peristiwa nelayan hilang di Banggai Laut ini bermula ketika korban berangkat melaut dari Desa Tinakin Laut menuju Pulau Burung pada Sabtu (10/10) lalu. Korban terakhir kali terlihat oleh warga setempat pada Senin (12/10) saat sedang mempersiapkan perahu untuk mencari ikan di sekitar lokasi kejadian.
Keluarga dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian mandiri menggunakan perahu nelayan namun hasilnya nihil sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan SAR karena korban tidak kunjung kembali dan tidak membawa alat komunikasi.
Memasuki hari kelima pada Rabu (21/10) pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian nelayan hilang di Banggai Laut menggunakan perahu RBB Basarnas. Luas area pencarian mencakup 38,3 NM sesuai rencana operasi yang telah ditentukan oleh petugas di lapangan.
Selain menggunakan armada RBB Basarnas, pihak keluarga juga mengerahkan satu unit perahu long boat untuk menyisir pulau-pulau kecil di sekitar lokasi kejadian. Kendati demikian, seluruh upaya penyisiran oleh tim gabungan maupun pihak keluarga tetap memberikan hasil nihil hingga sore hari.
Pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan melaksanakan musyawarah dengan pihak keluarga korban serta pemerintah setempat di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, operasi pencarian resmi ditutup dan dilanjutkan dengan metode pemantauan serta pemapelan kepada kapal yang melintas.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyatakan bahwa operasi SAR dapat dibuka kembali apabila terdapat tanda-tanda atau informasi valid penemuan korban di kemudian hari. Unsur yang terlibat dalam pencarian nelayan hilang di Banggai Laut meliputi Tim Rescue USS Balut, BPBD Balut, PMI Balut, serta nelayan setempat.
Berbagai alut darat dan laut turut dikerahkan untuk mendukung operasi SAR termasuk Rescue Car, peralatan navigasi, peralatan water rescue, hingga alat komunikasi. Informasi lanjutan mengenai perkembangan pemantauan nelayan hilang di Banggai Laut akan terus dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu kepada publik.





