Narasita – PALU – Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Agus Nugroho, memimpin apel siaga dalam rangka Operasi Ketupat Tinombala 2025 yang digelar di halaman Mapolda Sulteng pada Kamis sore (20/03/2025). Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam operasi pengamanan jelang dan selama perayaan Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus Nugroho melakukan pemeriksaan langsung terhadap berbagai peralatan yang digunakan oleh personel di lapangan, termasuk alat keselamatan dan perlengkapan anti-teror. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin bahwa setiap anggota kepolisian memiliki peralatan yang sesuai standar dan siap digunakan dalam situasi darurat.
“Operasi Ketupat Tinombala merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat merayakan Idulfitri. Oleh karena itu, kesiapan personel dan kelengkapan peralatan menjadi faktor utama dalam keberhasilan operasi ini,” ujar Irjen Agus Nugroho dalam amanatnya.
Operasi Ketupat Tinombala 2025 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 25 Maret hingga 6 April 2025, dengan fokus utama pada pengamanan jalur mudik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta objek vital lainnya. Selain itu, Polda Sulteng juga akan menyiagakan personel di sejumlah titik rawan seperti terminal, pelabuhan, bandara, serta lokasi wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.
Irjen Agus Nugroho menegaskan bahwa deteksi dini terhadap potensi ancaman harus dioptimalkan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam apel tersebut, ia juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar mengutamakan pendekatan humanis dalam bertugas, tanpa mengesampingkan aspek ketegasan dalam penegakan hukum.
“Kita harus tetap waspada terhadap ancaman kejahatan, termasuk potensi aksi terorisme. Oleh karena itu, penggunaan alat keselamatan dan peralatan anti-teror harus benar-benar diperiksa dan dipastikan dalam kondisi siap pakai,” tambahnya.
Dalam inspeksi yang dilakukan sore tadi, beberapa peralatan yang dicek antara lain:
Alat pelindung diri (APD), seperti helm, rompi anti-peluru, dan tameng
Senjata api dan amunisi cadangan untuk mengantisipasi situasi darurat
Peralatan komunikasi, seperti radio HT untuk memastikan koordinasi yang efektif di lapangan
Kendaraan taktis, termasuk mobil patroli dan kendaraan lapis baja
Alat anti-teror, seperti detektor bahan peledak dan anjing pelacak K-9
Kapolda menekankan bahwa semua peralatan harus dalam kondisi prima dan dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam operasi ini, Polda Sulteng juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan organisasi masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengamanan yang solid dan efektif dalam menghadapi tantangan selama periode libur Lebaran.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Djoko Wienartono, menjelaskan bahwa lebih dari 3.526 personel gabungan akan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Tinombala 2025. Selain itu, 92 pos pengamanan dan pos pelayanan akan disiapkan di berbagai titik strategis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian selama arus mudik dan balik.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keamanan lingkungan, dan segera melapor kepada aparat jika menemukan hal mencurigakan. Kepolisian akan bekerja maksimal untuk memastikan perayaan Idulfitri berjalan aman dan kondusif,” ujar Kombes Djoko Wienartono.
Dengan kesiapan yang terus ditingkatkan melalui apel siaga dan pengecekan peralatan, Polda Sulteng berkomitmen untuk memberikan pengamanan optimal selama Operasi Ketupat Tinombala 2025. Diharapkan, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat menciptakan suasana perayaan Idulfitri yang aman, nyaman, dan tertib di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.





