Narasita com- PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Abdurrahim Nasar Al’Amri, kembali menyapa konstituennya dalam kegiatan reses Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2025 yang digelar di Jalan Pangeran Hidayat, Huntap Kelurahan Lere, Selasa (15/4/2025).
Reses ini turut dihadiri Kepala Dinas UMKM Kota Palu serta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Warga dari sejumlah RT memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah buruknya sistem drainase. Warga mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras akibat tidak adanya saluran pembuangan yang memadai.
“Drainasenya belum saling terhubung. Kami berharap ada perbaikan menyeluruh agar air bisa mengalir lancar dan tidak menggenangi rumah warga,” ujar Fahrudin, Ketua RT 04/RW 03.
Keluhan serupa disampaikan warga RT 05 dan RT lainnya, yang menyebut lingkungan mereka kerap tergenang setiap musim hujan.
Selain masalah drainase, warga nelayan meminta perbaikan jalan lingkar di bawah jembatan yang menjadi akses vital mereka. Sementara itu, sejumlah kader posyandu mengeluhkan keterbatasan fasilitas, seperti minimnya ketersediaan kursi.
Menanggapi hal tersebut, Abdurrahim yang akrab disapa Wim langsung menyerahkan bantuan 10 unit kursi untuk mendukung kegiatan posyandu di wilayah tersebut.
“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, jadi perlu kita dukung fasilitas dasarnya,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, Wim juga menerima aspirasi terkait tagihan listrik yang tidak sebanding dengan pemakaian, terutama setelah daya listrik warga diturunkan dari 1300 VA menjadi 900 VA. Warga merasa kesulitan karena kapasitas daya tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, pelaku usaha kecil mengusulkan bantuan modal dan peralatan usaha. Menanggapi hal ini, Wim mendorong warga untuk segera mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat pengajuan bantuan ke Dinas UMKM.
“Tahun ini akan ada distribusi 25 box kontainer usaha di wilayah Lorong Makassar. Total bantuan sebanyak 39 box. Saya minta warga proaktif mengajukan proposal, terutama yang punya usaha seperti bengkel, jualan ikan, dan lainnya,” kata Wim.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan berupa lima petak tenda dan 140 kursi akan disalurkan secara gratis bagi warga Kelurahan Lere pada Mei 2025. Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, termasuk pesta maupun acara duka.
Menutup kegiatan reses, Wim menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan, termasuk meninjau langsung lokasi-lokasi yang dikeluhkan warga.
“Saya tidak akan tinggal diam. Ini jadi catatan saya untuk ditindaklanjuti dan dikawal sampai ada realisasi nyata,” tegasnya.





