Narasita.com- Palu, – Suasana duka menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng). Seorang perwira terbaik, AKBP Sugeng Lestari, menghembuskan napas terakhirnya pada 14 September 2025. Kepergian almarhum bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Polri, tetapi juga bagi insan pers yang selama ini mengenalnya sebagai sosok ramah, komunikatif, dan bersahaja.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah, AKBP Sugeng Lestari mengabdikan lebih dari 30 tahun hidupnya untuk institusi kepolisian. Ia meniti karier dari bawah dengan penuh dedikasi, hingga menempati sejumlah posisi penting di wilayah Sulawesi Tengah.
Pada tahun 2010, ia dipercaya menjabat Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, sebuah jabatan yang menuntut kejelian, integritas, serta kemampuan tinggi dalam menangani berbagai kasus kriminal. Dedikasinya yang kuat membuatnya kembali dipercaya menduduki jabatan strategis pada 2015 sebagai Kabagops Polres Parigi Moutong.
Setahun berselang, pada 2016, kariernya semakin menanjak ketika ia mendapat promosi sebagai Wakapolres Tolitoli. Pengalaman panjang di bidang reserse membuatnya matang dalam strategi kepolisian, baik dalam penegakan hukum maupun menjaga keamanan masyarakat.
Puncak kepercayaan datang pada 2018, ketika ia ditugaskan sebagai Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng. Jabatan inilah yang kemudian meneguhkan reputasinya sebagai sosok polisi yang tak hanya tegas, tapi juga dekat dengan masyarakat, khususnya insan pers.
Di Bidang Humas Polda Sulteng, nama Sugeng Lestari benar-benar melekat sebagai “sahabat jurnalis.” Sikapnya yang ramah, terbuka, dan mudah ditemui membuatnya disegani para wartawan. Ia tidak segan memberikan informasi secara jelas, transparan, dan edukatif, sebuah hal yang sangat berarti dalam membangun hubungan harmonis antara polisi dan media.
Banyak jurnalis mengenangnya sebagai sosok komunikatif yang tidak hanya memandang wartawan sebagai mitra kerja, melainkan juga sebagai sahabat. Ia kerap menjadi narasumber utama yang bisa diandalkan, khususnya dalam penyampaian data penanganan kasus kriminal, narkotika, hingga transparansi dalam seleksi anggota kepolisian.
“Beliau selalu menyambut kami dengan senyum, tak pernah mempersulit pekerjaan jurnalis. Bagi kami, beliau adalah narasumber yang tak tergantikan,” kenang seorang wartawan senior di Palu.
Dedikasi AKBP Sugeng Lestari tercermin dalam berbagai momentum penting. Pada Mei 2025, ia tampil di hadapan publik menepis isu negatif terkait proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Dengan lugas, ia menegaskan bahwa proses seleksi berjalan transparan, adil, dan bebas dari praktik kecurangan.
Selanjutnya, pada Juli 2025, ia memberikan keterangan pers terkait 375 kasus narkotika yang berhasil ditangani Polda Sulteng sepanjang Januari hingga Juli. Penjelasan yang detail dan terbuka itu menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan upaya nyata kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Sulawesi Tengah.
Puncak penghargaan atas kinerjanya datang pada Juli 2024, ketika ia resmi menyandang pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Kenaikan pangkat tersebut bukan sekadar simbol jabatan, tetapi pengakuan atas dedikasi, kerja keras, dan integritas yang telah ia tunjukkan selama puluhan tahun pengabdian.
Kepergian AKBP Sugeng Lestari meninggalkan duka mendalam. Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho, secara langsung hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Ia menyebut almarhum sebagai sosok polisi berdedikasi tinggi yang mampu menyeimbangkan profesionalitas dan kemanusiaan.
“Almarhum adalah figur polisi yang berdedikasi dan sangat dekat dengan masyarakat, khususnya para jurnalis. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” ujar Irjen Agus Nugroho.
Bagi para kolega, wartawan, dan masyarakat, Sugeng Lestari bukan hanya seorang polisi, melainkan juga teladan. Ia meninggalkan warisan penting: citra kepolisian yang humanis, terbuka, dan selalu hadir untuk masyarakat. Julukan “sahabat wartawan” akan terus melekat dalam ingatan banyak orang yang pernah mengenalnya.(lis)





