MANDAILING NATAL, NARASITA – Aktivitas gempa vulkanik Gunung Sorikmarapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengalami lonjakan signifikan yang dilaporkan pada Selasa, 21 Juli 2026. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat peningkatan ini, mendorong penetapan status Level II (Waspada) bagi gunung tersebut dan mengimbau masyarakat di sekitar lereng untuk tetap waspada.

Seismograf di Gunung Sorikmarapi mencatat 40 kali gempa vulkanik dalam pada Sabtu, 18 Juli 2026, antara pukul 00.00 hingga 18.30 WIB. Selain itu, pada tanggal yang sama, terekam pula 5 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa terasa dengan skala I MMI, dan 2 kali gempa tektonik jauh. Peningkatan aktivitas gempa vulkanik Gunung Sorikmarapi ini menunjukkan dinamika internal gunung api yang memerlukan perhatian serius.

Data kegempaan sebelumnya, dari 1 hingga 17 Juli 2026, juga menunjukkan tren peningkatan dengan 182 gempa vulkanik dalam, 31 gempa tektonik lokal, dan 51 gempa tektonik jauh. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan aktivitas vulkanik Gunung Sorikmarapi ini didahului oleh terekamnya Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Terasa.

“Aktivitas kegempaan Gunungapi Sorikmarapi mengalami peningkatan signifikan yang didahului oleh terekamnya Gempa Tektonik Lokal dan Gempa Terasa,” kata Lana Saria, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi.

Dengan status Waspada Level II, masyarakat di sekitar Gunung Sorikmarapi diimbau untuk tidak mendekati kawah utama dalam radius 1,5 kilometer dari puncak. Rekomendasi ini juga berlaku untuk Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, serta kawah aktif lainnya. PVMBG mengingatkan adanya potensi bahaya berupa semburan lumpur dan gas beracun yang bisa terjadi secara mendadak.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, serta kawah aktif lainnya guna menghindari ancaman semburan lumpur dan gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” katanya. 

Pemerintah daerah bersama PVMBG akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas gempa vulkanik Gunung Sorikmarapi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, memantau informasi resmi dari instansi berwenang, dan mematuhi zona steril yang telah ditetapkan demi keamanan bersama. Status Waspada Level II akan terus dievaluasi sesuai perkembangan data kegempaan.