MILAN, NARASITA – Gelandang muda Inter Milan, Andy Diouf, menegaskan dirinya lebih merasa nyaman dan ingin bermain di posisi asli sebagai gelandang tengah. Meskipun demikian, Andy Diouf menyatakan kesiapannya untuk tetap mengisi posisi bek sayap demi mendapatkan menit bermain reguler bersama Inter Milan di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu.

Pemain berusia 20 tahun ini mengungkapkan keinginannya tersebut dalam sebuah wawancara dengan L’Equipe pada September 2026. Andy Diouf merasa posisi di lini tengah adalah tempat ia paling memahami pergerakan dan peran dalam permainan tim. Fleksibilitas Andy Diouf sendiri menjadi salah satu aset berharga bagi Inter Milan.

‘Saya tidak menganggap diri saya sebagai bek sayap ataupun pemain sayap murni. Tujuan saya adalah kembali bermain di lini tengah,’ kata Andy Diouf.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, sering menempatkan Andy Diouf sebagai bek sayap atau wing-back dalam strateginya. Penempatan ini bertujuan untuk menciptakan situasi satu lawan satu dan menambah variasi taktik serangan Inter Milan. Kendati demikian, peran baru ini menuntut adaptasi dan usaha ekstra dari Andy Diouf.

Andy Diouf juga menyoroti tantangan fisik yang besar saat bermain di posisi bek sayap. Menurutnya, peran tersebut sangat menguras energi karena harus terlibat aktif dalam menyerang sekaligus bertahan. ‘Saat menguasai bola, Anda bermain layaknya pemain sayap, tetapi saat tidak memegangnya, Anda harus turun ke belakang untuk bertahan,’ tambahnya, menjelaskan intensitas peran tersebut yang membuatnya kerap merasa kelelahan di akhir pertandingan.

Dengan fleksibilitas yang ditunjukkan Andy Diouf, Inter Milan memiliki opsi taktis tambahan yang penting. Bagi Diouf pribadi, ini adalah kesempatan untuk membuktikan kemampuannya sebagai pemain serba bisa. Meski keinginan utamanya adalah kembali ke lini tengah, ia menunjukkan dedikasi tinggi demi kesuksesan tim Inter Milan di kancah domestik maupun Eropa.