PARIGI MOUTONG, NARASITA – Bencana banjir Kasimbar Parigi Moutong melanda empat desa di Kecamatan Kasimbar pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 08.00 WITA. Banjir yang disebabkan oleh hujan deras dan meluapnya debit air sungai ini merendam pemukiman warga, perkebunan, hingga fasilitas umum, meski kini kondisi air telah surut.
Empat desa yang terdampak banjir Kasimbar Parigi Moutong antara lain Desa Kasimbar, Desa Sendana, Desa Kasimbar Palapi, dan Desa Kasimbar Selatan. Kejadian ini mengakibatkan puluhan Kepala Keluarga (KK) terdampak, lahan perkebunan dan persawahan terendam, serta beberapa unit sekolah dan masjid mengalami kerusakan.
Di Desa Kasimbar, sebanyak 11 KK di Dusun I terdampak, dengan perkebunan seluas kurang lebih 30 hektare terendam. Sementara itu, banjir Kasimbar Parigi Moutong di Desa Sendana merendam 20 KK di Dusun I dan 2 KK di Dusun II, serta satu unit sekolah.
Desa Kasimbar Palapi menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan, di mana 25 KK di Dusun I dan 8 KK di Dusun II terdampak. Selain itu, satu unit masjid dan satu unit sekolah MTs juga terendam, bersama dengan lapangan bola dan jalan desa. Lahan perkebunan seluas kurang lebih 4 hektare turut rusak akibat banjir Kasimbar Parigi Moutong ini.
Dampak banjir Kasimbar Parigi Moutong juga dirasakan di Desa Kasimbar Selatan, meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun pengungsi. Area persawahan seluas kurang lebih 20 hektare di desa tersebut dilaporkan terendam air bah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan asesmen di lokasi. Situasi terakhir menunjukkan bahwa air banjir telah surut, namun kebutuhan mendesak seperti normalisasi sungai dan logistik penanggulangan bencana masih diperlukan.
“Pascabanjir, kami telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk langkah-langkah selanjutnya,” kata Ir. Asbudianto., Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng.






