PALU, NARASITA – Bank Indonesia (BI) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk meningkatkan skala usaha. Dorongan ini dilakukan melalui digitalisasi, akses pembiayaan, serta perluasan pasar bagi UMKM Sulteng.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, saat membuka Posalia Sulteng Digifest 2026. Acara yang bertajuk “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” ini berlangsung di Atrium Palu Grand Mall, mulai 11 Agustus hingga 17 Agustus 2026.
Aida S. Budiman menjelaskan bahwa UMKM Sulteng, seperti halnya UMKM di daerah lain, berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Sektor ini juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja, menjadikannya penopang utama perekonomian Indonesia.
“UMKM sudah tidak ada lawannya. Enam puluh persen dari PDB kita, 90 persen lebih untuk penyerapan tenaga kerja,” kata Aida.
Menurut Aida, pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan penguatan daya tahan ekonomi. Dinamika perekonomian global menjadikan penguatan sektor domestik, termasuk UMKM Sulteng, semakin penting.
Aida juga menambahkan bahwa Sulteng memiliki modal yang cukup baik untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk melalui pengendalian inflasi. Kondisi ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Bank Indonesia Sulteng diketahui telah mendampingi lebih dari 150 UMKM Sulteng melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan usaha.
BI juga mendorong UMKM Sulteng untuk melakukan korporatisasi, mengakses pembiayaan perbankan, memperluas pasar, bahkan hingga membuka peluang ekspor. Penguatan UMKM ini, menurut Aida, harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, Bank Indonesia, dan masyarakat.
“Kita harus digital, menjawab semua tantangan zaman, dan kita harus bersama-sama,” ujarnya.
Digitalisasi juga menjadi salah satu fokus BI melalui perluasan sistem pembayaran berbasis QRIS. Dalam kegiatan Posalia Sulteng Digifest 2026, BI meluncurkan Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap.
QRIS Tap memungkinkan transaksi dilakukan dengan teknologi nirsentuh. Perluasan layanan ini diharapkan memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Selain digitalisasi pembayaran, BI juga mendorong promosi produk UMKM Sulteng melalui berbagai agenda, seperti Karya Kreatif Indonesia dan Pekan QRIS Nasional.
Aida menilai akses pasar menjadi faktor penting agar peningkatan kapasitas produksi UMKM Sulteng dapat diikuti pertumbuhan penjualan.
“Kita harus betul-betul menggunakan dan mengoptimalkan pertumbuhan tersebut,” jelasnya.
Posalia Sulteng Digifest 2026 juga dirangkaikan dengan fasilitasi pembiayaan melalui perbankan dan promosi produk UMKM Sulteng binaan Bank Indonesia Sulteng. Peluncuran Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Kakula. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal.





