PALU, NARASITA – Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri di Palu, Sulawesi Tengah, mencatat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) suhu maksimum harian mencapai 36,4°C. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam rekapitulasi pengamatan periode 13 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 14 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, mengindikasikan kondisi panas dan terik di wilayah tersebut.

Nilai suhu maksimum harian 36,4°C ini menjadi sorotan utama, jauh di atas stasiun pengamatan lainnya. Meskipun menunjukkan kondisi panas, BMKG menegaskan bahwa suhu yang dirasakan tubuh dipengaruhi faktor lain seperti kelembapan, angin, dan paparan matahari.

Palu dikenal memiliki karakteristik cuaca yang cenderung panas dan kering, terutama saat musim kemarau. Hal ini diperkuat oleh pola atmosfer regional dan minimnya pembentukan awan, yang mendukung peningkatan suhu maksimum harian siang hari.

Pencatatan suhu maksimum harian dilakukan secara rutin oleh BMKG melalui jaringan stasiun meteorologi dan stasiun geofisika di seluruh Indonesia. Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri, yang namanya merujuk pada bandar udara dan kawasan meteorologi Palu, menjadi lokasi dengan catatan suhu maksimum harian tertinggi pada periode tersebut.

Kondisi panas ini sangat terkait dengan berlangsungnya musim kemarau dan penguatan fenomena El Niño. BMKG melaporkan bahwa pada Dasarian I Agustus 2026, nilai anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 mencapai +2,77, yang mengindikasikan El Niño dengan intensitas sangat kuat.

Selain itu, BMKG juga mencatat indeks IOD sebesar +0,457 pada Dasarian I Agustus 2026, meningkat dari bulan sebelumnya. Fase IOD positif ini berpotensi mengurangi suplai uap air ke Indonesia, yang pada gilirannya mendukung kondisi cuaca yang lebih kering dan peningkatan suhu maksimum harian.

Dampak dari suhu maksimum harian yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, dan gangguan kesehatan, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi kering yang berkelanjutan juga meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Berikut adalah rekapitulasi nilai suhu maksimum harian tertinggi dari beberapa stasiun pengamatan:

  • Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri: 36,4°C.
  • Stasiun Geofisika Lampung Utara: 36,2°C.
  • Stasiun Meteorologi Kalimaru: 36,1°C.
  • Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan: 36,0°C.
  • Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak: 35,6°C.
  • Stasiun Meteorologi Tebelian: 35,6°C.
  • Stasiun Meteorologi Pangsuma: 35,5°C.
  • Stasiun Meteorologi Tanah Merah: 35,5°C.
  • Stasiun Meteorologi Nangapinoh: 35,3°C.
  • Stasiun Meteorologi Sanggu: 35,3°C.